- Bupati Pati Sudewo ditangkap KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin, 19 Januari 2026.
- KPK mengamankan delapan orang termasuk Sudewo untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait pengisian jabatan desa.
- Kasus OTT ini fokus pada dugaan praktik korupsi dalam proses pengisian jabatan Kepala Urusan dan Sekretaris Desa.
Suara.com - Bupati Kabupaten Pati Sudewo tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT).
Dia tiba sekitar pukul 10.34 WIB dengan mengenakan kaos putih berkerah dan jaket hitam. Sudewo tampak tenang memasuki lobi gedung.
Namun, Sudewo enggan bicara sepatah kata pun kepada wartawan yang menunggu kedatangannya.
Politikus Partai Gerindra itu langsung memasuki gedung dan menuju lantai dua untuk menjalani pemeriksaan.
Selain Sudewo, petugas KPK juga membawa tujuh orang lainnya ke Jakarta. Mereka kemudian akan diperiksa secara intensif.
KPK mengungkapkan bahwa OTT yang menjaring Bupati Kabupaten Pati Sudewo berkaitan dengan pengisian jabatan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa perkara ini mengenai pengisian jabatan Kepala Urusan (Kaur), Kepala Seksi (Kasi), dan Sekretaris Desa (Sekdis).
Usai pemeriksaan terhadap delapan orang tersebut rampung, lembaga antirasuah baru akan melakukan ekspos atau gelar perkara secara internal untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diduga terlibat.
Terjaring OTT
Baca Juga: Terjerat OTT, Wali Kota Madiun Maidi Datangi Gedung Merah Putih KPK
KPK sebelumnya memastikan bahwa Bupati Kabupaten Pati Sudewo turut terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Senin (19/1/2026).
“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangkap di Pati adalah Saudara SDW,” ujar Budi.
Kemudian, lanjut Budi, Sudewo dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim KPK di Polres Kudus, Jawa Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan