- KPK lakukan OTT terhadap Bupati Pati Sudewo terkait jual beli jabatan.
- Kasus ini diduga terkait pengisian jabatan kepala urusan hingga sekretaris desa.
- Bupati dan tujuh orang lainnya kini dibawa ke Gedung KPK Jakarta.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjaring Bupati Kabupaten Pati, Sudewo, pada Senin (19/1/2026). Penangkapan ini diduga berkaitan dengan praktik jual beli jabatan di lingkungan pemerintahannya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa perkara ini secara spesifik terkait dengan proses pengisian jabatan perangkat desa.
"Perkara ini mengenai pengisian jabatan Kepala Urusan (Kaur), Kepala Seksi (Kasi), dan Sekretaris Desa (Sekdis)," kata Budi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).
Delapan Orang Dibawa ke Jakarta
Setelah operasi senyap tersebut, Sudewo sempat menjalani pemeriksaan awal di Polres Kudus. Kini, ia bersama tujuh orang lainnya yang turut diamankan sedang dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.
“Benar, salah satu pihak yang diamankan adalah Saudara SDW (Sudewo). Total yang dibawa ke Jakarta ada delapan orang,” ujar Budi.
Setibanya di Jakarta, mereka akan segera menjalani pemeriksaan intensif. Setelah itu, KPK akan melakukan gelar perkara internal untuk menentukan status hukum para pihak yang diduga terlibat dalam waktu 1x24 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun