- BGN bantah anggaran MBG berasal dari pemotongan dana pendidikan.
- Anggaran berasal dari pemotongan dana semua kementerian dan rampasan koruptor.
- Isu gaji sopir MBG lebih besar dari guru honorer dipastikan hoaks.
Suara.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, meluruskan isu yang menyebut anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari pemotongan dana pendidikan. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
Isu ini mencuat setelah beredar klaim di media sosial bahwa anggaran MBG sebesar Rp335 triliun hingga Rp400 triliun dipotong dari dana pendidikan. Narasi ini kemudian berkembang hingga membenturkan nasib pekerja MBG dengan guru honorer.
Klarifikasi dari Menteri Keuangan
Untuk memastikan kebenarannya, Nanik mengaku telah bertemu langsung dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam pertemuan itu, ia menanyakan sumber anggaran MBG.
"Saya menanyakan langsung, apakah dana program MBG itu dipotong dari dana pendidikan? Pak Purbaya menjawab, 'Tidak benar. Dana itu diambil dari mana-mana, semua kementerian kita potong'," kata Nanik, mengutip pernyataan Menkeu dari tulisan di akun Facebook pribadinya, Selasa (20/1/2026).
Naniek menambahkan, Kementerian Keuangan sendiri termasuk salah satu lembaga yang anggarannya dipotong. Selain itu, sumber pendanaan MBG juga berasal dari dana rampasan hasil korupsi.
"Ada dana 'rampasan' dari para koruptor juga disertakan untuk ikut membiayai program MBG," ujarnya, menirukan pernyataan Purbaya.
Bantah Isu Gaji dan Benturan dengan Guru Honorer
Nanik juga membantah narasi yang membandingkan gaji pekerja MBG dengan guru honorer. Ia meluruskan bahwa informasi gaji sopir MBG mencapai Rp3 juta per bulan adalah hoaks.
Baca Juga: BGN Klaim Kejadian Gangguan Pencernaan MBG Turun Signifikan Seiring Penambahan SPPG
"Gaji sopir MBG itu harian, dari Rp80 ribu sampai Rp100 ribu per hari. Kalau tidak masuk ya tidak dibayar. Maksimal gajinya berkisar Rp1,9 juta hingga Rp2,4 juta," ucap Nanik.
Menurutnya, membandingkan profesi guru dengan pekerja dapur MBG adalah tindakan yang merendahkan para pendidik, karena guru honorer memiliki kesempatan untuk menjadi ASN, sementara pekerja dapur tidak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi
-
Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi
-
Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional
-
KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang
-
Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%
-
Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Jejak Silmy Karim Palak WNA dalam Proses Izin Tinggal