- Kepala BGN Dadan Hindayana tegaskan program MBG menjangkau anak tak terdata, termasuk pernikahan siri, di Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
- BGN menginstruksikan pendataan ulang langsung ke lingkungan terkecil untuk memasukkan anak putus sekolah usia 0–18 tahun.
- Saat ini tercatat 35.247 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi operasional, melebihi target, sehingga pendaftaran ditutup permanen.
Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjangkau seluruh anak Indonesia dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk mereka yang selama ini tidak terdaftar dalam sistem administrasi kenegaraan.
Hal ini mencakup anak-anak dari hasil pernikahan dini, pernikahan siri, hingga anak yang putus sekolah.
Hal itu disampaikan Dadan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Ia mengungkapkan bahwa banyak kelompok penerima manfaat yang belum masuk dalam pendataan resmi, sehingga pihaknya harus melakukan jemput bola hingga ke tingkat paling bawah.
“Ini penting sekali karena perlu Bapak Ibu ketahui bahwa banyak pesantren yang tidak terdata di kementerian agama, dan itu adalah penerima manfaat. Kemudian juga banyak anak-anak balita termasuk ibu hamil dan menyusui yang belum terdaftar dalam sistem kenegaraan seperti misalnya anak-anak dari pernikahan dini, pernikahan siri itu tidak punya NIK,” kata Dadan.
Guna mengatasi kendala administratif tersebut, BGN menginstruksikan pendataan ulang secara langsung ke lapangan melalui koordinasi dengan pengurus lingkungan terkecil.
“Kita harus data ulang ke setiap RT-RT untuk memastikan bahwa mereka akan mendapatkan makan bergizi, termasuk juga anak putus sekolah di usia antara 0 sampai 18 tahun,” tegasnya.
Bagi anak-anak yang putus sekolah, Dadan menjelaskan bahwa mereka tetap akan mendapatkan hak yang sama melalui mekanisme khusus.
Sebagian akan diarahkan ke Sekolah Rakyat, sementara yang lainnya akan dikumpulkan di satu titik distribusi agar tetap tersentuh program gizi ini.
Baca Juga: Berniat Irit Dana MBG, Pengelola SPPG Malah Gigit Jari: Uang Sisa Rp 2 Miliar Balik ke Kas Negara
“Jadi kalaupun mereka nanti putus sekolah sebagian mungkin akan masuk ke dalam sekolah rakyat, sebagian yang belum masuk ke sekolah rakyat kita akan kumpulkan di satu tempat untuk mendapatkan program makan bergizi,” tambahnya.
Selain soal kepesertaan, Dadan juga memaparkan perkembangan terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, sistem mencatat adanya 21.102 SPPG yang sudah operasional, ditambah 14.145 data terverifikasi, sehingga total mitra yang terdaftar mencapai 35.247.
Jumlah ini melampaui target awal yang dipatok sebesar 28.000 SPPG untuk wilayah aglomerasi.
Menyikapi lonjakan pendaftar tersebut, BGN mengambil langkah tegas dengan menutup portal pendaftaran secara permanen dan melakukan audit ketat terhadap para mitra. Langkah ini mencakup pengecekan detail di lapangan terkait aktivitas calon mitra serta penghapusan data (roll back) bagi usulan yang tidak valid atau tidak aktif lebih dari 60 hari.
"Kami melakukan pengecekan detail ulang di lapangan apakah SPPG yang atau calon mitra yang terdaftar itu betul melakukan kegiatan atau tidak,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora