- Presiden ajak universitas Inggris bangun 10 kampus baru di Indonesia.
- Kampus fokus pada kedokteran dan teknologi untuk atasi kekurangan dokter.
- Mahasiswa akan dapat beasiswa penuh, target terima mahasiswa baru 2028.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengajak perguruan tinggi terkemuka di Inggris untuk bekerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia. Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dalam negeri agar setara dengan universitas terbaik dunia, sekaligus mengatasi kekurangan tenaga medis yang signifikan.
Ajakan ini disampaikan Presiden dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Inggris, pada Selasa (20/1-2026).
“Kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar. Kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” kata Prabowo.
Fokus pada Kedokteran dan Teknologi
Presiden menjelaskan, Indonesia saat ini masih kekurangan sekitar 140.000 dokter, sementara jumlah lulusan setiap tahunnya sangat terbatas.
"Ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," ujar Prabowo.
Oleh karena itu, 10 universitas baru ini akan difokuskan pada bidang pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi. Universitas tersebut akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
Beasiswa Penuh dan Standar Inggris
Pemerintah akan memberikan beasiswa penuh bagi para lulusan terbaik yang diterima di universitas-universitas baru ini. Para mahasiswa juga akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum memulai perkuliahan.
Baca Juga: Bertemu PM Inggris, Prabowo Sepakati Kemitraan Strategis Baru Bidang Maritim dan Ekonomi
“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” tegas Prabowo.
Selain itu, setiap kampus juga akan dilengkapi dengan rumah sakit pendidikan berstandar internasional. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan menghemat devisa negara hingga USD 6 miliar per tahun yang biasanya dihabiskan warga untuk berobat ke luar negeri.
Pemerintah juga membuka pintu bagi dosen dan profesor asing untuk mengajar, serta menargetkan universitas-universitas baru ini dapat mulai menerima mahasiswa pada tahun 2028.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan
-
Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin
-
6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah
-
Momen Kaesang Pangarep Nobar Timnas Bareng Gubernur Sumsel, Tapi Prediksinya Meleset
-
Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi