- KM Bintang Laut tenggelam pada Selasa (20/1) di perairan Torasi, Merauke, dekat perbatasan Indonesia–PNG.
- Sebanyak 13 dari 19 ABK berhasil diselamatkan oleh KM Purbalingga, namun satu dilaporkan meninggal.
- Tim SAR Merauke kini sedang mengevakuasi 13 ABK selamat sambil mencari enam ABK yang belum ditemukan.
Suara.com - Upaya pencarian dan penyelamatan terhadap anak buah kapal (ABK) KM Bintang Laut terus dilakukan Tim SAR Merauke, Papua Selatan, setelah kapal pencari cumi-cumi tersebut dilaporkan tenggelam di perairan Arafura, dekat perbatasan Indonesia–Papua Nugini (PNG).
Dari total 19 ABK yang berada di kapal, sebanyak 13 orang berhasil diselamatkan dan kini berada di KM Purbalingga, kapal nelayan yang pertama kali menemukan para korban. Tim SAR saat ini bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi lanjutan.
"Saat ini tim SAR dari Merauke sedang menuju TKP, guna mengevakuasi 13 ABK KM Bintang Laut yang berada di KM Purbalingga," kata Kepala Kantor SAR Merauke Rudi di Jayapura, seperti dikutip dari Antara, Rabu.
Rudi menjelaskan KM Bintang Laut, yang berasal dari Jakarta, tenggelam pada Selasa (20/1) di wilayah laut Torasi, Merauke. Lokasi tersebut berada di kawasan rawan karena berdekatan dengan perbatasan RI-PNG dan memiliki karakteristik perairan terbuka.
Sebanyak 13 ABK yang selamat ditemukan dalam kondisi terapung dan langsung diamankan oleh KM Purbalingga. Namun, dari proses penyelamatan tersebut, satu ABK dilaporkan meninggal dunia.
Berdasarkan laporan yang diterima Kantor SAR Merauke, posisi kapal penolong berada sekitar 115 kilometer dari Dermaga Merauke ke arah tenggara, mendekati perbatasan internasional.
"Jika ditarik garis lurus dari pesisir pantai Kampung Kondo berjarak 71 kilometer dan insiden itu dilaporkan agen kapal Misdi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rabu, sekitar pukul 13.44 WIT," kata dia.
Selain mengevakuasi korban selamat, tim SAR juga melanjutkan pencarian terhadap enam ABK lainnya yang hingga kini belum ditemukan. Operasi SAR dilakukan dengan mengerahkan Rescue Boat 223 Merauke yang dilengkapi perahu karet dan peralatan pendukung lainnya.
KM Purbalingga dijadwalkan tiba di Kumbe pada Kamis (22/1) untuk mempermudah proses pemindahan korban ke darat dan penanganan medis lanjutan.
Baca Juga: Detik-detik Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 Menggunakan Helikopter
Rudi mengingatkan kondisi cuaca di perairan Arafura saat ini cenderung tidak stabil. Ia mengimbau seluruh operator kapal agar lebih waspada dan rutin memperbarui informasi cuaca sebelum berlayar.
BMKG Merauke melaporkan tinggi gelombang di Laut Arafuru bagian timur berkisar antara 1,5 hingga 2,75 meter, disertai hujan dan kecepatan angin mencapai 10–45 kilometer per jam. Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko bagi aktivitas pelayaran, khususnya kapal nelayan dan kapal penangkap ikan.
Berita Terkait
-
Detik-detik Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 Menggunakan Helikopter
-
Begini Jalur Evakuasi Korban Pesawat ATR42-500 dari Puncak Gunung Bulusaraung
-
Kronologi Kecelakaan Suami Wamen Stella Christie saat Ski, Kini Dirawat Intensif di Amerika
-
Kepala Basarnas Ungkap Kemungkinan Tak Ada Korban Selamat Pesawat ATR: Kami Berharap Ada Mukjizat
-
Analisis BMKG: Pesawat ATR Jatuh di Maros saat Awan Cumulonimbus Selimuti Jalur Pendaratan
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Seskab Teddy: Cuma 5 Km dari Kantor Saya Ternyata Banyak Anak-anak Tidak Pernah Sekolah
-
6 Minggu 'Menghilang', Kemana Mojtaba Khamenei?
-
Bidik Status Sister City, Jakarta Bakal Contek Kecanggihan Teknologi Shenzhen
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Apa Hambatan dalam Proses Negosiasi?
-
IRGC Tangkap 2 Kapal di Sekitar Perairan Iran, Alasannya Bikin Kaget
-
Italia Desak Gencatan Senjata dan Pembukaan Selat Hormuz
-
Ungkap Alasan Polisikan Saiful Mujani, Relawan Prabowo: Narasi Makar Ganggu Kerja Presiden!
-
4 Bulan Tanpa Kejelasan, Korban Akademi Kripto Desak Polda Metro Segera Periksa Timothy Ronald
-
Tentara Israel Blokade Jalan Sekolah di Umm al-Khair Menghambat Hak Pendidikan Siswa Palestina
-
KPK Duga Sudewo Terima Fee Proyek DJKA Lewat Orang Kepercayaannya