- Kajari Sampang, Fadilah Helmi, dibawa ke Jakarta untuk diperiksa oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan penyalahgunaan wewenang.
- Jamwas Rudi Margono memastikan pemeriksaan ini bukanlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) melainkan klarifikasi aduan masyarakat.
- Proses ini dimulai Selasa (20/1) dengan pemeriksaan awal di Kejati Jawa Timur sebelum dibawa ke Kejagung.
Suara.com - Teka-teki penjemputan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sampang, Fadilah Helmi, akhirnya terjawab.
Pimpinan Kejari di Madura tersebut kini tengah berada di Jakarta untuk berhadapan dengan Bidang Intelijen dan Pengawasan Kejaksaan Agung.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Rudi Margono.
Ia menyatakan pemeriksaan tersebut difokuskan pada dugaan pelanggaran jabatan.
“Hanya Kajari Sampang (yang diperiksa) atas dugaan penyalahgunaan wewenang,” ungkap Rudi saat ditemui di Jakarta, Kamis (22/1/2025).
Rudi juga menepis isu panas yang menyebut Fadilah Helmi terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Menurutnya, langkah membawa sang Kajari ke ibu kota dilakukan demi kelancaran proses klarifikasi atas aduan dari masyarakat.
“Bukan OTT, tetapi dalam rangka memudahkan pemeriksaan oleh bidang intelijen, dibawa ke Jakarta,” tegasnya.
Perjalanan kasus ini bermula pada Selasa (20/1), saat Satuan Tugas Khusus Kejagung mendatangi Fadilah.
Baca Juga: Kejagung Geledah Dua Tempat Penukaran Uang Asing Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Pome
Setelah sempat diperiksa singkat di Kejati Jawa Timur, ia langsung diboyong ke markas besar Kejagung untuk pemeriksaan lebih mendalam.
Hingga kini, publik masih menunggu detail penyalahgunaan wewenang seperti apa yang menyeret nama sang Kajari.
Berita Terkait
-
Kasus HGU di Lahan TNI AU Masuk Dua Jalur Hukum, Kejagung dan KPK Telusuri Dugaan Korupsi Lama
-
Kejagung Masih Dalami Dugaan Tindak Pidana 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Buntut Banjir Sumatra
-
Soroti Tata Kelola Aset dan Karier Jaksa Daerah, DPR Minta Kejagung Lakukan Pembenahan Menyeluruh
-
Kejagung Geledah Dua Tempat Penukaran Uang Asing Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Pome
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG