- Penyidik Jampidsus menggeledah dua lokasi penukaran uang di mal Jakarta Utara dan Selatan Desember 2025.
- Penggeledahan tersebut terkait dugaan korupsi pengelolaan tata kelola CPO atau Pome.
- Penyidik menyita dokumen transaksi penukaran uang sebagai barang bukti aliran dana.
Suara.com - Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menggeledah dua tempat penukaran uang asing, di dua mal yang terletak di Jakarta. Adapun kedua mal tersebut berada di wilayah Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan.
Direktur penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, penggeledahan di dua tempat tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi ekspor palm oil mill effluent (Pome).
“Beberapa waktu yang lalu kami pernah melakukan penggeledahan di dua tempat penukaran uang asing. Itu terkait dengan penyidikan kita dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata kelola CPO atau Pome ya,” kata Syarief, di Gedung Bundar Kejagung, Rabu (21/1/2026).
Syarief menyebut, waktu penggeledahan kedua tempat tersebut dilaksanakan pada akhir bulan Desember 2025 lalu.
“Waktunya mungkin akhir bulan Desember menjelang tahun baru, gitu ya. Kebetulan money changer-nya ada di pusat perbelanjaan,” ungkapnya.
Syarief menuturkan, pihak penyidik melakukan penggeledahan di tempat tersebut karena ada dugaan, aliran dana terhadap seseorang yang terindikasi terlibat dalam perkara ini. Aliran tersebut diduga melalui tempat penukaran uang tersebut.
Kendati demikian, Syarief belum bisa menyebut pihak-pihak yang terindikasi terlibat dalam perkara ini.
“Kami mencari dugaan aliran-aliran dana ke satu atau dua orang melalui tempat penukaran gitu,” ungkapnya.
“Kalau namanya belum bisa kita sampaikan, itu materi penyidikan, tapi terkait dengan, terkait langsung dengan konteks penyidikan Pome itu. Terkait langsung di situ,” imbuhnya.
Baca Juga: Cekal Bos Djarum, Kejagung Klaim Masih Usut Dugaan Korupsi Manipulasi Pajak
Dalam penggeledahan tersebut, lanjut Syarif, penyidik mengantongi barang bukti berupa dokumen soal penukaran uang.
“BB yang kami sita adalah berupa dokumen. Karena yang kami cari adalah jejak-jejak transaksi di situ dan yang kami cari adalah dokumen-dokumen yang ada di situ,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora