- Anggota Komisi III DPR RI Bimantoro Wiyono menekankan kinerja Kejaksaan Agung perlu optimalisasi pengelolaan aset rampasan dan SDM.
- Bimantoro menyoroti penurunan nilai aset rampasan jika tidak dikelola profesional serta stagnasi karier jaksa eselon IV di daerah.
- Di Jakarta, Rabu, ia mendorong Kejaksaan merumuskan pola pengembangan karier yang adil untuk meningkatkan reformasi internal.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI Bimantoro Wiyono menilai optimalisasi kinerja Kejaksaan Agung tidak hanya bergantung pada penindakan hukum, tetapi juga pada pengelolaan aset hasil kejahatan serta manajemen sumber daya manusia di internal institusi.
Menurut Bimantoro, aset rampasan negara berpotensi mengalami penurunan nilai apabila tidak dikelola secara profesional sejak tahap penyimpanan hingga inventarisasi. Ia mengingatkan bahwa persoalan tersebut kerap muncul dalam berbagai rapat evaluasi sebelumnya.
“Jika pengelolaan aset dilakukan dengan sistem yang baik, mulai dari penyimpanan hingga inventarisasi, saya yakin target pemulihan aset ke depan bisa ditingkatkan,” kata Bimantoro di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu.
Ia mengapresiasi capaian pemulihan aset Kejaksaan yang mencapai sekitar Rp17 triliun. Namun demikian, Bimantoro menilai angka tersebut belum mencerminkan potensi maksimal yang bisa dicapai apabila tata kelola aset diperbaiki secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Selain isu aset, Bimantoro juga menyoroti aspek pembinaan di tubuh Kejaksaan, terutama terkait pengelolaan karier jaksa di daerah. Ia menyebut banyak aspirasi yang masuk mengenai stagnasi mutasi dan promosi, khususnya bagi pejabat eselon IV yang terlalu lama bertugas di satu wilayah karena penerapan sistem zonasi.
Menurut dia, besarnya anggaran di bidang pembinaan seharusnya diimbangi dengan penerapan sistem merit yang konsisten dan transparan, agar jaksa berprestasi di daerah memiliki kepastian jenjang karier.
“Banyak jaksa di daerah bekerja dengan baik, berintegritas, dan berprestasi. Mereka perlu kepastian jalur karier yang adil dan terarah,” kata dia.
Bimantoro berharap Kejaksaan Agung dapat merumuskan pola pengembangan karier yang lebih jelas dan akuntabel, sekaligus selaras dengan kebutuhan organisasi dan ekspektasi sumber daya manusia di daerah, sehingga reformasi internal berjalan seiring dengan penguatan penegakan hukum.
Baca Juga: DPR Godok RUU Jabatan Hakim: Usia Pensiun Ditambah, Rekrutmen Hakim Kini Mandiri oleh MA
Berita Terkait
-
DPR Godok RUU Jabatan Hakim: Usia Pensiun Ditambah, Rekrutmen Hakim Kini Mandiri oleh MA
-
Kejagung Geledah Dua Tempat Penukaran Uang Asing Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Pome
-
Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra
-
Percepat Durasi, Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakati RUU Hukum Acara Perdata Jadi Inisiatif DPR
-
PDIP Rombak Anggotanya di DPR, 15 Legislator Pindah Komisi
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan