- Presiden Prabowo menyampaikan konsep ekonomi "Prabowonomics" pada WEF 2026 Davos, menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas nasional.
- Ia memperkenalkan Dana Anagata Nusantara (Danantara) sebagai *sovereign wealth fund* mengelola satu triliun Dolar AS untuk peluang investasi.
- Prabowo menyoroti dampak efisiensi anggaran yang mendukung program sosial seperti Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto telah menuntaskan pidato kunci di hadapan sejumlah kepala negara dan pemerintagan serta CEO dari berbagai perusahaan termuka di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos.
Secara garis besar, Prabowo menyampaikan konsep dan gagasan-gagasan ekonomi yang ia pikirkan dan kini telah diterapkan.
Sebelumnya, gagasan ekonomi yang menjadi garis besar isi pidato presiden di WEF Annual Meeting sudah disampaikan lebih dulu oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, sesaat sebelum bertolak dari London menuju Swiss.
Prabonomics adalah istilah yang digunakan untuk merujuk konsep-konsep dan pemikiran ekonomi yang diterapkan Prabowo baik sebelum menjabat maupun saat menjabat sebagai presiden satu tahun terakhir.
Lantas apa saja yang disampaikan Prabowo mengenai Prabowonomics di WEF 2026 Davos?
Perdamaian dan Stabilitas
Poin pertama yang ditekankan Prabowo dalam pidatonya Kamis (22/1/2026) adalah tentang pentingnya perdamaian dan stabilitas.
Prabowo memandang dua hal tersebut merupakan aset yang paling berharga di tengah tantangan zaman ke depan, di mana kepercayaan antarbangsa, antarlembaga, dan antarmasyarakat yang kian rapuh.
Pertumbuhan dan kemakmuran suatu bangsa dan negara juga tidak akan tercipta tanpa perdamaian dan stabilitas yang menjadi prasyarat utamanya.
Baca Juga: Resmi Gabung Dewan Perdamaian Besutan Trump, Prabowo Ungkap Harapan dan Tujuan Indonesia
"Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian," kata Prabowo.
Ia mencontohkan perdamaian dan stabilitas di Indpnesia yang tetap terjaga. Menurutnya hal itu bukan terjadi secara kebetulan dan keberuntungan.
"Itu terjadi karena kami, Indonesia, telah dan akan selalu terus memilih persatuan di atas fragmentasi, persahabatan dan kolaborasi di atas konfrontasi, dan selalu persahabatan di atas permusuhan," kata Prabowo.
Terlepas dari perdamaian dan stabilitas dalam negeri, Prabowo menegaskan bahwa kredibilitas Indonesia di mata internasional juga tidak serta merta didapatkan. Melainkan diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun dan terjaga hingga kini, sebab akan mahal harganya bila kredibilitas tersebut hilang.
"Indonesia dalam sejarah kami tidak pernah sekalipun gagal bayar utang. Tidak pernah sekalipun. Rezim yang menggantikan selalu membayar utang dari rezim sebelumnya. Presiden akan selalu menghormati utang dari pemerintahan sebelumnya," kata Prabowo.
Danantara
Berita Terkait
-
Usai Pidato di Davos, Prabowo Lanjut 'Nongkrong' dan Ngopi Bareng Menteri di Paviliun Indonesia
-
Tantang Pihak-pihak yang Berani Suap Pejabat, Prabowo Wanti-wanti Ada Akibatnya
-
Laporan Suara.com dari Davos: Bicara Investasi, Prabowo Pastikan Supremasi Hukum di Indonesia
-
Momen Prabowo Paparkan Prabowonomics di World Economic Forum 2026
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia