- Manajemen DRW Skincare merespons isu keamanan produk dengan membuka informasi dan pendampingan medis pasien sejak Januari 2026.
- BPOM menemukan kendala pada empat produk batch tertentu dari pabrik maklon pihak ketiga, namun mayoritas produk aman.
- Perusahaan menarik produk bermasalah sejak Juli 2025 dan menyediakan pendampingan dokter gratis hingga pasien pulih.
Suara.com - Di tengah sorotan publik terkait isu keamanan produk skincare sejak pertengahan Januari 2026, manajemen DRW Skincare memilih mengambil langkah terbuka: meluruskan informasi, menjelaskan duduk perkara, sekaligus memastikan pasien tidak dibiarkan menghadapi masalah kulit sendirian.
Selama lebih dari satu dekade beroperasi di Indonesia, DRW Skincare menyebut telah menjalani pengawasan rutin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, dengan intensitas pemeriksaan yang bisa berlangsung beberapa kali dalam setahun. Seluruh hasil pemeriksaan sebelumnya dinyatakan aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, pada pemeriksaan terakhir, BPOM menemukan kendala pada empat produk tertentu yang diproduksi melalui pabrik maklon pihak ketiga.
Manajemen DRW Skincare menegaskan, temuan tersebut bersifat terlokalisasi pada batch tertentu dan tidak mencerminkan keseluruhan kualitas produk mereka, mengingat lebih dari 120 produk DRW Skincare terdaftar resmi di BPOM dan mayoritas diproduksi di fasilitas milik sendiri.
Sebagai langkah antisipatif, DRW Skincare mengaku telah menghentikan kerja sama dengan mitra produksi terkait, serta melakukan penarikan dan pemusnahan produk terdampak secara mandiri di bawah pengawasan BPOM sejak Juli 2025, jauh sebelum isu ini ramai diperbincangkan publik.
Namun bagi DRW Skincare, tanggung jawab tidak berhenti pada penarikan produk. Perusahaan membuka layanan pendampingan medis penuh bagi pasien yang merasa mengalami gangguan atau ketidaknyamanan pada kulit.
Pendampingan ini mencakup:
- Hotline khusus klinik dan dokter melalui nomor 0811-944-288
- Pendampingan medis gratis hingga kondisi kulit pasien pulih sepenuhnya, langsung oleh tim dokter DRW Skincare
“Kami memilih untuk hadir, bukan menghindar. Jika ada pasien yang merasa terdampak, kami bertanggung jawab untuk mendampingi sampai sembuh,” ujar dr. Wahyu Triasmara, M.Kes., AAAM, AIFO K, Founder DRW Skincare dalam keterangannya.
Ia menambahkan, kejadian ini menjadi bahan evaluasi besar bagi perusahaan untuk memperketat seleksi mitra produksi dan memperkuat fokus pada pengembangan pabrik mandiri guna menjaga kontrol kualitas secara maksimal.
Baca Juga: 7 Skincare Kolagen Untuk Usia 55 Tahun, Kulit Lebih Kencang Mulai 10 Ribuan
DRW Skincare juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memastikan produk hanya diperoleh melalui jalur resmi, yakni Beauty Consultant terdaftar dan klinik resmi DRW Skincare, demi menjamin keaslian serta keamanan penggunaan.
Manajemen menyampaikan apresiasi kepada BPOM RI atas pendampingan yang diberikan, serta kepada para pasien yang tetap memberikan kepercayaan di tengah proses evaluasi menuju tahun ke-11 perjalanan DRW Skincare.
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Jadi Tersangka: Pakar Ungkap Titik Kritis Pembuktiannya
-
Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya
-
Pengakuan Dito Ariotedjo Usai Diperiksa KPK: Saya Tak Ada di Lokasi Saat Rumah Mertua Digeledah
-
KPK: Bupati Pati Sudewo Berpotensi Raup Rp 50 Miliar Jika Pemerasan Terjadi di Seluruh Kecamatan
-
KPK Geledah DPMPTSP Madiun, Uang Ratusan Juta Disita Usai OTT Wali Kota Maidi
-
Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
-
Tuntaskan Kunjungan di Swiss, Prabowo Lanjut Bertemu Macron di Paris
-
Kasatgas Tito Dorong Pembukaan Akses dan Penataan Hunian Pascabencana di Aceh Timur