News / Nasional
Jum'at, 23 Januari 2026 | 23:45 WIB
Prof. Dr. Yusriani Sapta Dewi, M.Si., Guru Besar Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik USNI. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Indonesia menghadapi fase bonus demografi krusial yang harus dioptimalkan untuk transisi energi hijau, bukan jaminan kemajuan otomatis.
  • Prof. Yusriani menekankan Generasi Z sebagai motor utama transformasi yang harus didorong menjadi inovator energi hijau.
  • Optimalisasi bonus demografi memerlukan peningkatan kualitas SDM, lapangan kerja produktif, serta kebijakan publik berbasis riset terapan.

Sementara itu, Rektor USNI Dr. Sihar P. H. Sitorus, B.S.B.A., MBA. menilai orasi ilmiah Prof. Yusriani relevan dengan kondisi demografi Indonesia saat ini. Menurutnya, dominasi penduduk usia produktif membawa konsekuensi meningkatnya tekanan terhadap lingkungan dan sumber daya alam.

Bonus demografi harus dibaca dengan kesadaran ekologis. Tanpa kebijakan dan perilaku yang bijak, kita justru mewariskan keterbatasan sumber daya kepada generasi berikutnya,” ujar Sihar.

Pengukuhan Prof. Yusriani juga mencatat sejarah bagi USNI sebagai pengukuhan Guru Besar pertama. Pencapaian ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat peran akademisi sebagai agen perubahan dan mitra strategis pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Load More