- Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pangkep tuntas setelah korban terakhir ditemukan pada Jumat (23/1).
- Seluruh sepuluh penumpang dan awak pesawat dinyatakan telah ditemukan setelah pencarian tujuh hari di medan ekstrem.
- Penemuan korban terakhir dilakukan Tim Elang 5 Kodam XIV/Hasanuddin di tebing curam Pegunungan Bulusaraung.
Suara.com - Operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya resmi dituntaskan. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban terakhir pada Jumat (23/1/2026) pagi, menandai berakhirnya operasi penyelamatan yang berlangsung selama tujuh hari di medan ekstrem.
Berdasarkan keterangan Tim Media Presiden yang diterima di Jakarta, Sabtu (24/1/2026), dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 10 orang dinyatakan telah ditemukan. Proses pencarian yang panjang dan menguras tenaga ini sejak awal dihadapkan pada tantangan alam yang berat.
Korban terakhir ditemukan sekitar pukul 09.16 Wita oleh Tim Elang 5 dari Yonif 700 Raider Kodam XIV/Hasanuddin yang tergabung dalam operasi SAR. Lokasi penemuan berada di tebing curam yang berbatasan langsung dengan aliran air pegunungan, salah satu titik paling sulit dijangkau di kawasan Bulusaraung.
Pegunungan Bulusaraung dikenal memiliki karakter medan yang ekstrem. Lereng terjal, jurang dalam, serta hamparan bebatuan besar membuat pencarian tidak bisa dilakukan melalui jalur darat biasa. Tim SAR harus menerapkan teknik khusus, termasuk penurunan personel dari udara menggunakan helikopter dan tali pengaman.
Dalam beberapa fase krusial, petugas terlihat harus bergelantungan di sisi helikopter sebelum menuruni tebing secara perlahan. Proses ini dilakukan dengan tingkat kehati-hatian tinggi karena satu kesalahan kecil berpotensi membahayakan keselamatan petugas.
Evakuasi korban dan serpihan pesawat dilakukan secara bertahap dengan metode penarikan tali sebelum diangkat ke helikopter. Medan sempit, licin, dan rawan longsor memaksa tim bekerja dengan tempo lambat namun presisi, demi memastikan keamanan seluruh personel di lapangan.
Selain medan berat, cuaca pegunungan yang cepat berubah menjadi tantangan tersendiri. Kabut tebal kerap menutup pandangan, sementara hujan membuat permukaan tebing semakin licin dan berisiko. Kondisi ini menguji ketahanan fisik dan mental seluruh unsur SAR gabungan.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan dan risiko tinggi, operasi pencarian tetap berjalan hingga tuntas. Keberhasilan menemukan seluruh korban dan properti penting pesawat ATR 42-500 menjadi cerminan kerja sama lintas instansi, profesionalisme, serta dedikasi kemanusiaan di tengah kerasnya alam Pegunungan Bulusaraung.
Baca Juga: Sambil Menangis, Kepala Basarnas Umumkan Semua Korban Meninggal Pesawat ATR 42-500 Telah Ditemukan
Berita Terkait
-
Sambil Menangis, Kepala Basarnas Umumkan Semua Korban Meninggal Pesawat ATR 42-500 Telah Ditemukan
-
Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
-
6 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Tidak Utuh
-
Basarnas: Enam Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Masih Dievakuasi
-
Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 Akhirnya Ditemukan
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan
-
Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%
-
BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP
-
Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel
-
Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!
-
7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya
-
Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan
-
Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas
-
Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!