- Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono jatuh pingsan saat upacara penghormatan jenazah korban pesawat ATR 42-500 di Jakarta, Minggu (25/1).
- Kondisi menteri menurun akibat kelelahan setelah perjalanan dinas maraton mendampingi Presiden ke London dan Davos.
- Menteri dilaporkan telah sadar, stabil pasca observasi, dan dijadwalkan kembali bekerja normal keesokan harinya.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono. Di tengah suasana duka upacara penghormatan dan pelepasan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, Menteri Trenggono tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri.
Insiden ini terjadi di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta, pada Minggu (25/1). Saat itu, prosesi sedang berlangsung khidmat ketika pihak keluarga menyerahkan jenazah kepada negara.
"Dengan ini saya atas nama keluarga menyerahkan jenazah Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan alm. Capt. Andy Dahananto kepada negara Republik Indonesia untuk dimakamkan secara kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Muhamad Hidayat, kakak dari almarhum Ferry, sesaat sebelum insiden terjadi.
Tak lama setelah kalimat tersebut diucapkan, suara berdebam keras menggema di dalam ruangan, memicu keriuhan di antara peserta upacara.
Menteri Trenggono pingsan dan segera mendapatkan pertolongan. Posisi inspektur upacara pun langsung diambil alih oleh Wakil Menteri KKP, Didit Herdiawan.
Maraton London hingga Davos
Pihak KP mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan sang Menteri menurun akibat jadwal kerja yang sangat padat. Trenggono baru saja menyelesaikan perjalanan dinas luar negeri mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke London, Inggris, dan Davos, Swiss.
Staf Khusus Menteri KKP Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Media, Dodi Ismanto, menjelaskan bahwa meski fisik sedang tidak fit akibat jet lag dan kelelahan perjalanan jauh, Trenggono memaksakan hadir demi memberikan penghormatan terakhir kepada para stafnya yang gugur.
"Aman bapaknya (Trenggono). Sudah baikan, baikan. (Karena) Kecapekan. Beliau baru sampai dari perjalanan dinas itu, terus selama di Eropa memantau terus perkembangan di Jakarta. Begitu tahu sudah diumumkan korban, beliau ingin mendampingi keluarga dan berpartisipasi dalam proses upacara," ungkap Dodi kepada awak media.
Baca Juga: Kronologi Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Suara Debam Bikin Riuh
Dodi menambahkan bahwa perjalanan maraton dari London dan Davos memang menguras energi, namun komitmen moral Menteri terhadap keluarga korban sangat besar.
"Iya. Bapak itu ikut kunker Presiden ke London dan Davos," tambahnya.
Sudah Sadar dan Siap Ngantor Besok
Setelah sempat dilarikan ke RSCM untuk observasi, kondisi Sakti Wahyu Trenggono dilaporkan telah stabil. Kabar baiknya, meski sempat pingsan, sang Menteri sudah merasa jauh lebih baik dan dijadwalkan kembali beraktivitas normal di kantor pada esok hari.
"Kondisi Menteri saat ini dalam keadaan sadar, stabil, dan baik-baik saja. Kelelahan yang dirasakan bersifat sementara dan telah ditangani dengan baik," jelas Dodi.
Bahkan, Dodi menegaskan bahwa semangat kerja sang Menteri tidak surut. "Udah dicek aman, besok ngantor," tegasnya.
Berita Terkait
-
Kronologi Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Suara Debam Bikin Riuh
-
Momen Wamen Didit Ambil Alih Posisi Inspektur Saat Menteri Trenggono Pingsan di Podium
-
Penyebab Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Wamen Didit Ungkap Kondisinya
-
Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
-
Menteri Trenggono Pingsan Saat Pimpin Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan