- Gubernur DKI Jakarta pada Minggu (25/1/2026) mengklaim sebagian besar banjir telah surut dan pompa air ditarik.
- Layanan Transjakarta telah beroperasi penuh kembali di seluruh koridor sejak dini hari, menandakan normalisasi mobilitas warga.
- Data BPBD per 10.00 WIB menunjukkan 14 RT masih tergenang, terutama di Kampung Melayu (hingga 80 cm).
Suara.com - Optimisme disuarakan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menyatakan bahwa sebagian besar wilayah ibu kota yang sebelumnya lumpuh akibat banjir kini telah surut.
Namun, di tengah klaim pemulihan tersebut, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyajikan realitas yang berbeda bagi sebagian warga.
Berbicara di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada hari Minggu (25/1/2026), Pramono Anung memberikan gambaran bahwa situasi banjir di Jakarta sudah sangat terkendali. Ia menyebut wilayah yang paling parah terdampak pun telah pulih.
"Jakarta Barat yang paling berat, sudah surut. Jakarta Timur tinggal di Kampung Melayu, Bidara Cina dan Cawang ada beberapa genangan kecil," kata Pramono sebagaimana dilansir Antara.
Menurutnya, genangan yang tersisa tidak lagi menjadi penghalang signifikan bagi aktivitas harian masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa sebagai tanda normalisasi, mesin-mesin pompa air yang sebelumnya bekerja keras menyedot genangan di berbagai titik kini telah ditarik kembali dari lokasi.
Kondisi cuaca yang diprakirakan cerah turut mendukung narasi pemulihan ini. Meskipun demikian, Pramono menegaskan bahwa pemerintah provinsi tetap dalam posisi siaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) disiapkan sebagai langkah mitigasi lanjutan.
"Modifikasi cuaca, kalau memang diperlukan, kami siagakan sampai dengan tanggal 27 Januari," kata dia.
Klaim normalisasi ini diperkuat oleh sektor transportasi publik. Layanan bus Transjakarta dilaporkan telah kembali beroperasi penuh sejak dini hari, menjadi sinyal positif bagi mobilitas warga Jakarta.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani. Ia memastikan bahwa seluruh koridor dan rute layanan telah aktif kembali melayani penumpang di seluruh penjuru kota.
Baca Juga: Update Banjir Jakarta Minggu Pagi: 19 RT Masih Terendam, Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian
"Sebanyak 225 rute siap melayani pelanggan dengan lancar di seluruh wilayah operasional," kata dia.
Namun, di balik kabar pulihnya transportasi dan surutnya banjir di banyak area, data resmi BPBD DKI Jakarta per pukul 10.00 WIB pagi menyebutkan, tercatat sebanyak 14 Rukun Tetangga (RT) di dua wilayah kota masih berjuang melawan genangan air dengan ketinggian yang cukup mengkhawatirkan, berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter.
Fokus genangan tertinggi berada di Jakarta Timur, yang mencakup 13 RT. Rinciannya adalah empat RT di Kelurahan Bidara Cina yang terendam air setinggi 30 hingga 40 cm.
Kondisi lebih parah terjadi di empat RT di Kelurahan Kampung Melayu, di mana ketinggian air mencapai 80 cm atau setinggi pinggang orang dewasa.
Sementara itu, lima RT lainnya di Kelurahan Cawang juga masih tergenang air setinggi 30 cm.
Di wilayah Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Kapuk Muara dilaporkan masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 cm.
Berita Terkait
-
Banjir Jakarta: Ancaman Kesehatan Publik yang Tersembunyi di Balik Genangan
-
Update Banjir Jakarta Minggu Pagi: 19 RT Masih Terendam, Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian
-
Genangan 50 Cm di KM 50 Tol TangerangMerak, PJR Alihkan Kendaraan Kecil ke Lajur 3
-
Akses Terisolasi Jadi Tantangan Utama Pemulihan Pascabanjir Bandang Aceh Timur
-
Kiriman Air dari Tangerang Bikin Banjir di Jakbar Terparah, Pramono Tambah Pompa dan OMC
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok