- PSI mengadakan Rapat Kerja Nasional di Makassar untuk memperkuat konsolidasi internal menjelang tahapan politik nasional.
- Fokus utama Rakernas adalah menargetkan penyelesaian penguatan struktur partai hingga tingkat desa pada tahun 2026.
- Rakernas berfungsi menyamakan program pergerakan internal akibat bergabungnya relawan Jokowi dan tokoh-tokoh lokal.
Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Agenda ini disebut menjadi momentum penting bagi partai berlambang mawar tersebut untuk memperkuat konsolidasi internal menjelang tahapan politik nasional berikutnya.
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menegaskan Rakernas kali ini difokuskan pada penguatan struktur organisasi partai hingga ke tingkat paling bawah.
“Fokus utama adalah konsolidasi partai. Kami targetkan struktur partai sampai tingkat desa selesai tahun 2026. Kami pastikan PSI siap menghadapi verifikasi sebagai Peserta Pemilu 2029,” ujar Grace Natalie saat dihubungi, Senin (26/1/2026).
Menurut Grace, langkah konsolidasi tersebut menjadi strategi krusial agar PSI memiliki kesiapan organisasi yang matang dalam menghadapi tahapan pemilu mendatang.
Verifikasi peserta Pemilu 2029, kata dia, hanya bisa dilalui dengan struktur kepengurusan yang solid dan lengkap hingga ke daerah.
Ia menjelaskan, Rakernas di Makassar juga menjadi forum untuk menyamakan ritme gerak di internal partai. Hal ini menyusul bergabungnya sejumlah organ relawan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) serta berbagai tokoh lokal ke dalam barisan PSI.
“Tantangan terbesar saat ini, dengan terus bergabungnya organ-organ relawan Pak Jokowi dan tokoh-tokoh lokal, adalah perlunya upaya terus-menerus untuk menyamakan program dan pergerakan menuju kemenangan 2029,” ujarnya.
Grace menilai, masuknya relawan Jokowi dan tokoh-tokoh lokal merupakan dinamika positif yang harus dikelola secara tepat.
Baca Juga: Grace Natalie Tegaskan Dukungan PSI untuk Prabowo 2 Periode, Bantah Isu Retak Hubungan dengan Jokowi
Konsolidasi, menurutnya, bukan hanya soal memperluas jaringan, tetapi juga memastikan arah perjuangan partai tetap selaras.
Karena itu, PSI menargetkan proses penyamaan program dan pola pergerakan dapat berjalan beriringan dengan penguatan struktur organisasi.
Dengan begitu, mesin partai diharapkan semakin solid saat memasuki tahun-tahun politik menuju Pemilu 2029.
Terkait pelaksanaan Rakernas, Grace menyebut forum tersebut akan dihadiri jajaran pengurus partai dan lebih bersifat internal.
“Untuk Rakernas lebih ke internal, dihadiri pengurus karena agenda utamanya untuk konsolidasi dan penguatan struktur,” kata Grace.
Saat ditanya soal kemungkinan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Grace menyampaikan bahwa keduanya telah hadir dalam Kongres PSI sebelumnya di Solo.
“Pak Presiden dan Wapres sudah hadir di Kongres Solo,” ujarnya.
Dengan fokus utama pada konsolidasi internal, PSI menempatkan penguatan struktur hingga tingkat desa sebagai pekerjaan rumah prioritas yang ditargetkan tuntas pada 2026. Langkah ini diposisikan sebagai fondasi penting untuk memenuhi syarat verifikasi peserta Pemilu 2029.
“Target PSI untuk menyelesaikan struktur hingga desa di tahun 2026 ini sebagai persiapan verifikasi Pemilu 2029,” pungkas Grace.
Berita Terkait
-
Grace Natalie Tegaskan Dukungan PSI untuk Prabowo 2 Periode, Bantah Isu Retak Hubungan dengan Jokowi
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
PSI Puji Pidato Prabowo di Davos: 2 Program Ini Jadi 'Senjata' Baru Indonesia
-
Bestari Barus Siap Gelar Karpet Merah untuk Rusdi Masse Jika Gabung PSI
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis
-
'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional
-
Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta
-
Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total
-
IKN Tidak Urgent! DPR Diminta Tolak Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun
-
Siasat Penjual Es Teh di Demak Jadi Kedok Edarkan Sabu, Ternyata Residivis dan DPO!
-
Pramono Respons Demo Mahasiswa di HI: Silakan Protes, Jangan Rugikan Publik
-
'BBM Kalian Mahal!' Riuh Klakson Pengendara di Sudirman Dukung Demo Mahasiswa
-
ICW: Audit BPK Jadi Komoditas Dagang, WTP Cuma Alat Pencitraan Politik