- Presiden Prabowo Subianto memaparkan visi besar Indonesia di forum bergengsi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
- PSI menyoroti pemaparan Program Makan Bergizi Gratis dan Dana Abadi Nusantara sebagai kebijakan pro-rakyat.
- Pidato tersebut menegaskan arah kebijakan berpihak pada keadilan sosial dan kemandirian ekonomi Indonesia di kancah global.
Suara.com - Panggung bergengsi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, menjadi saksi bagaimana Presiden Prabowo Subianto memaparkan visi besar Indonesia di hadapan para pemimpin dunia.
Pidato Prabowo tersebut menuai apresiasi dari dalam negeri, salah satunya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menilai momen itu sebagai pengukuhan capaian penting bangsa di forum global.
Menurut PSI, pidato Presiden Prabowo bukan sekadar retorika, melainkan sebuah penegasan arah kebijakan yang jelas dan berpihak pada kepentingan nasional.
Hal itu dinilai krusial untuk membangun kepercayaan internasional sekaligus menunjukkan kemandirian Indonesia.
"Pada forum terhormat yang dihadiri para pemimpin dunia, pelaku industri, dan pengambil kebijakan, Presiden Prabowo tidak hanya menyampaikan visi besar Indonesia, tetapi juga menegaskan arah kebijakan yang menjunjung asas keadilan sosial dan kemandirian ekonomi nasional," kata Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Andy menyoroti dua program utama yang dipaparkan Prabowo dan dianggap sebagai 'senjata' baru Indonesia dalam pembangunan, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Dana Abadi Nusantara (Danantara). Keduanya dinilai sebagai cerminan fundamental dari kebijakan ekonomi yang berpusat pada kesejahteraan rakyat.
Program Makan Bergizi Gratis, misalnya, dipandang sebagai langkah strategis yang mengaitkan langsung pertumbuhan ekonomi dengan kualitas sumber daya manusia.
Di forum sekelas Davos, langkah ini menjadi pesan kuat bahwa Indonesia tidak hanya mengejar angka, tetapi juga membangun fondasi bangsa melalui generasi muda yang sehat dan cerdas.
"Penekanan bahwa negara hadir memastikan gizi anak-anak dan generasi muda menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dilepaskan dari kualitas manusia yang menopangnya. Di hadapan komunitas global, paparan tentang MBG memperlihatkan Indonesia meletakkan kesejahteraan rakyat sebagai fondasi utama," kata Andy.
Baca Juga: Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
Selain itu, sorotan tajam juga diberikan pada pemaparan mengenai Danantara. Lembaga pengelola investasi milik negara ini diperkenalkan Prabowo sebagai instrumen untuk mengelola kekayaan nasional secara profesional, transparan, dan berorientasi jangka panjang.
Bagi PSI, penjelasan mengenai Danantara di forum WEF memiliki dua signifikansi penting.
Pertama, membangun kepercayaan investor global terhadap iklim investasi di Indonesia.
Kedua, secara tegas menunjukkan kedaulatan ekonomi bangsa, di mana kekayaan alam dan negara dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
"Danantara bukan sekadar lembaga pengelola investasi, melainkan instrumen negara untuk memastikan bahwa kekayaan Indonesia benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan rakyat, pembangunan berkelanjutan, dan stabilitas ekonomi. Pesan ini penting diutarakan di forum seperti WEF untuk membangun kepercayaan investor sekaligus menegaskan kedaulatan ekonomi kita," lanjut Andy.
Secara keseluruhan, PSI memandang penampilan Presiden Prabowo di Davos sebagai representasi dari kepercayaan diri Indonesia sebagai sebuah bangsa besar.
Berita Terkait
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
-
Tuntaskan Kunjungan di Swiss, Prabowo Lanjut Bertemu Macron di Paris
-
Trah HB II: Kerja Sama Rp 90 Triliun dengan Inggris Tak Sebanding dengan Harta Jarahan Geger Sepehi
-
Haris Rusly Moti: Kebijakan Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Gebuk 'Oligarki Serakahnomic'
-
Bestari Barus Siap Gelar Karpet Merah untuk Rusdi Masse Jika Gabung PSI
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
KPK: Bupati Pati Sudewo Berpotensi Raup Rp 50 Miliar Jika Pemerasan Terjadi di Seluruh Kecamatan
-
KPK Geledah DPMPTSP Madiun, Uang Ratusan Juta Disita Usai OTT Wali Kota Maidi
-
Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
-
Tuntaskan Kunjungan di Swiss, Prabowo Lanjut Bertemu Macron di Paris
-
Kasatgas Tito Dorong Pembukaan Akses dan Penataan Hunian Pascabencana di Aceh Timur
-
Strategi Pramono Tangani Banjir Jakarta: Fokus Normalisasi Sungai, Tidak Tambah Sumur Resapan
-
Gaji Guru Dinilai Tak Layak, Komisi X DPR Dorong Upah Minimal Rp 5 Juta
-
Ikut Jokowi ke Arab, Keterangan Dito Ariotedjo Disebut Kuatkan Bukti Soal Pembagian Kuota Haji
-
Melodi My Way di Bawah Rintik Hujan Batu Tulis Warnai Perayaan Sederhana HUT ke-79 Megawati