- Rupiah melemah pada pembukaan Selasa, 27 Januari 2026, mencapai Rp16.792 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah disebabkan sentimen dalam negeri serta kekhawatiran defisit anggaran melebihi tiga persen.
- Dolar Taiwan menguat paling besar di Asia, sementara won Korea dan baht Thailand melemah terdalam.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik melemah pada pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Selasa (27/1/2026) dibuka Rp16.792 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan ini membuat mata uang garuda tertekan. Alhasil, rupiah melemah 0,06 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp16.782 dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.772 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian bervariasi. Salah satunya, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,04 persen.
Diikuti, dolar Hongkong yang terlihat menguat tipis 0,004 persen terhadap the green back di pagi ini.
Lalu, ada baht Thailand yang anjlok 0,37 persen dan peso Filipina tertekan 0,18 persen Disusul, yen Jepang yang terkoreksi 0,1 persen.
Berikutnya ada yuan China tergelincir 0,06 persen dan ringgit Malaysia turun 0,03 persen. Lalu ada dolar Singapura yang melemah tipis 0,008 persen.
Sementara itu, won Korea Selatan dan baht Thailand yang sama-sama menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,24 persen.
Kemudian ada yen Jepang yang turun 0,16 persen dan dolar Hongkong melemah tipis 0,004 persen di pagi ini.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah pelemahan rupiah terhadap dolar AS dikarenakan sentimen dalam negeri.
Baca Juga: Keponakan Prabowo Pastikan, Terpilihnya Jadi Deputi Bank Indonesia Sesuai Proses Undang-undang
Salah satunya Thomas Djiwandono yang merupakan keponakan Probowo terpilih menjadi Deputi Gubernur BI.
Kata dia, rupiah susah bangkit walau indeks dolar AS sendiri masih terus turun. Apalagi mata uang garuda ini berkisar level terendah dalam 4 bulan.
"Rupiah masih terbebani kekuatiran defisit anggaran melewati 3 persen," jelasnya.
Berita Terkait
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Dasco: Pak Prabowo Tak Pernah Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
-
Purbaya Sesumbar Tak Akan Peras BI Meski Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur
-
Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik
-
Dolar Masih Kuat, Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp16.963
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO
-
Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman
-
Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu
-
Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS
-
Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax