- Kanker serviks adalah kanker kedua terbanyak pada perempuan Indonesia.
- Keterlambatan skrining menjadi penyebab sekitar 50% kematian pasien kanker serviks di Indonesia akibat stadium lanjut.
- Kemenkes menerapkan strategi 90-75-90 meliputi vaksinasi HPV, skrining usia 30-65 tahun, dan penanganan lesi/kanker.
Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan kanker leher rahim atau kanker serviks masih menjadi persoalan serius kesehatan perempuan di Indonesia.
Saat ini, kanker serviks menempati posisi kanker terbanyak kedua pada perempuan, dengan mayoritas kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.
“Kanker leher rahim atau kanker serviks ini merupakan kanker nomor dua terbanyak untuk perempuan di Indonesia,” kata Dante usai acara Diseminasi Nasional Hasil Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
"Kondisi ini sangat menyedihkan, karena mereka yang terdiagnosis, 70 persennya sudah masuk dalam stadium yang lanjut," katanya menambahkan.
Dante menyebut keterlambatan deteksi berdampak langsung pada tingginya angka kematian akibat kanker serviks.
Ia mengungkapkan, sekitar separuh dari pasien kanker serviks meninggal dunia karena tidak menjalani skrining sejak dini.
“Jadi 50 persen di antaranya meninggal dunia karena tidak melakukan screening. Maka kita harus melakukan screening,” ujarnya.
Untuk menekan angka kesakitan dan kematian, Kementerian Kesehatan mengimplementasikan strategi 90-75-90 sebagai upaya pengendalian kanker serviks secara nasional.
“90 persen pertama bahwa semua anak-anak di bawah 15 tahun harus divaksinasi HPV untuk mencegah terjadinya kanker serviks ini di masyarakat,” jelas Dante.
Baca Juga: Sosok Benjamin Paulus Octavianus, Dokter Spesialis Paru yang Jadi Wamenkes
Strategi kedua, lanjutnya, ialah melakukan skrining terhadap perempuan usia 30 hingga 65 tahun.
Sementara 90 persen terakhir menargetkan penanganan bagi mereka yang sudah terdeteksi mengalami lesi pra-kanker maupun kanker.
“75 adalah screening bagi mereka yang berusia 30–65 tahun. Dan 90 kedua, bahwa kalau mereka sudah teridentifikasi lesi pre-cancer kemudian sampai cancer, mereka harus diobati,” kata Dante.
Ia menegaskan, kanker serviks sejatinya merupakan jenis kanker yang dapat dicegah dan diobati apabila terdeteksi sejak stadium awal, mengingat imunisasi HPV sudah tersedia.
“Kanker serviks ini sebenarnya adalah kanker yang bisa diobati. Jadi kalau masuk ke stadium yang lebih dini, bisa diobati dan bisa dicegah karena sudah ada imunisasinya,” ujarnya.
Dante menyampaikan, upaya skrining kanker serviks kini telah menjadi program nasional. Hingga saat ini, pemerintah telah melakukan skrining terhadap lebih dari 600.000 perempuan di berbagai daerah.
Berita Terkait
-
Pesan Hari Ibu Nasional, Deteksi Dini Jadi Kunci Lindungi Kesehatan Perempuan
-
Wamenkes Dante: Sistem Rujukan BPJS Tak Lagi Berjenjang, Pembayaran Klaim Disesuaikan Kompetensi RS
-
Kesehatan Perempuan dan Bayi jadi Kunci Masa Depan yang Lebih Terjamin
-
Sosok Benjamin Paulus Octavianus, Dokter Spesialis Paru yang Jadi Wamenkes
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
Terkini
-
Ahok Bongkar Rahasia Pertamina: Nego Minyak di Lapangan Golf, Lebih Murah dari Klub Malam
-
Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai
-
Penghitungan Kerugian Negara Kasus Haji Tahap Final, KPK Bakal Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex
-
Geger di Blitar, Menantu Perempuan Tega Tusuk Leher Mertua, Jasad Ditemukan Anak Kandung
-
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa hingga Nusa Tenggara dalam Sepekan ke Depan
-
'Polda Harus Proses 2 Tuyul', Roy Suryo Tertawa Ngakak Dilaporkan Eggi Sudjana ke Polisi
-
Harga Daging Sapi di Jakarta Tembus Rp150 Ribu, Pemprov DKI Pasang Badan Lewat Pasar Murah
-
Ketua Komisi V DPR: Longsor Cisarua Mengejutkan, Seperti Petir di Siang Bolong
-
Polisi Ciduk Dua Pengguna Ganja Sintetis Bentuk Cair, Belasan Cartridge Liquid Vape Disita Petugas
-
Opsi Keluar Dari Board of Peace dan 5 Saran Dino Patti Djalal ke Pemerintah