News / Internasional
Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB
Rusia disebut memperluas kerja sama militer dan intelijen dengan Iran di tengah perang melawan AS-Israel. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menemui Menlu Iran Abbas Araghchi di St. Petersburg pada Senin, 27 April 2026.
  • Rusia menyatakan kesiapan mendukung kepentingan Iran guna mempercepat terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah yang sedang memanas.
  • Kedua negara sepakat memperkuat hubungan bilateral sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan geopolitik serta agresi Amerika Serikat saat ini.

Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Moskow siap melakukan segala upaya yang menguntungkan Iran setelah menerima pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei.

Pernyataan itu disampaikan Putin saat bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di St. Petersburg, Senin (27/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Putin menegaskan Rusia akan terus mendukung kepentingan Iran di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah.

Putin juga menyebut Rusia ingin mendorong terciptanya perdamaian secepat mungkin di kawasan.

“Kami akan melakukan segala sesuatu yang melayani kepentingan Anda dan seluruh rakyat di kawasan untuk mencapai perdamaian secepat mungkin,” kata Putin, dikutip RIA Novosti.

Abbas Araghchi bertemu Vladimir Putin di St. Petersburg. Rusia membuka peluang menjadi mediator dalam negosiasi Iran dan Amerika Serikat. [Dok. X IranInIndonesia]

Putin turut menyampaikan bahwa dirinya telah menerima pesan langsung dari Ayatollah Khamenei.

Putin kemudian mendoakan kesehatan serta kesejahteraan bagi pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Abbas Araghchi menyampaikan terima kasih atas dukungan Rusia terhadap Teheran.

Abbas Araghchi menilai hubungan kedua negara akan semakin kuat di tengah tekanan geopolitik global.

Baca Juga: Amerika Serikat Protes Keras Iran Jadi Pemimpin Sidang Nuklir NPT, Menghina Perjanjian Internasional

Araqchi juga menegaskan Iran akan terus melawan apa yang disebutnya sebagai agresi Amerika Serikat.

Menurutnya, rakyat Iran telah membuktikan mampu bertahan menghadapi tekanan dan konflik yang berlangsung.

“Rakyat Iran melalui ketahanan dan keberanian mereka mampu melawan perang agresi AS dan akan terus bertahan dalam masa sulit ini,” ujarnya.

Kunjungan Araqchi ke Rusia dilakukan setelah lawatan diplomatik ke Pakistan dan Oman.

Abbas Araghchi menyebut salah satu agenda utama pembicaraan dengan Moskow adalah koordinasi upaya untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Load More