- Rumah merupakan lokasi utama kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jakarta Selatan dengan mencatat 253 korban.
- PPAPP DKI Jakarta menyediakan berbagai pos pengaduan di seluruh kecamatan Jakarta Selatan untuk memudahkan pelaporan kasus kekerasan.
- Jakarta Selatan berada di peringkat kedua kasus kekerasan PPA terbanyak dengan total 460 kasus sepanjang tahun 2025.
Suara.com - Ruang yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru tercatat sebagai lokasi terbanyak terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jakarta Selatan. Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa rumah menjadi titik rawan utama dalam sebaran kasus kekerasan di wilayah tersebut.
Tenaga Ahli Pemenuhan Hak Korban Kekerasan Perempuan dan Anak UPT PPPA Provinsi DKI Jakarta, Chairul Luthfi, menyebutkan bahwa sebagian besar korban mengalami kekerasan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri.
"Rumah menjadi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) terbanyak di Jakarta Selatan, dengan jumlah korban kekerasan sebanyak 253 orang," kata Chairul saat ditemui di Jakarta Selatan, seperti dikutip dari Antara, Rabu.
Selain rumah, kekerasan juga terjadi di sejumlah lokasi lain, meski dengan jumlah lebih kecil. Chairul memaparkan, sekolah mencatat 41 korban, kos-kosan 31 korban, jalan 27 korban, serta sejumlah lokasi lain dengan angka yang bervariasi.
Melihat tingginya angka tersebut, PPAPP DKI Jakarta mendorong korban maupun masyarakat sekitar untuk tidak ragu melaporkan dugaan kekerasan. Chairul menegaskan, pos pengaduan telah tersedia dan tersebar di seluruh kecamatan di Jakarta Selatan.
"Pos pengaduan tersebar di Pos Kemuning (Pasar Minggu), Pos Tiga Durian (Pancoran), Pos Anggrek (Cilandak), Pos Bhineka (Pesanggrahan), Pos Ramli (Mampang Prapatan), Pos Taman Sawo (Kebayoran Baru), Pos Ciganjur Berseri (Jagakarsa), Pos Flamboyan (Tebet), Pos Delman Asri (Kebayoran Lama), dan Pos Taman Batu (Setiabudi)," ucap Chairul.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid, menekankan bahwa pencegahan kekerasan tidak bisa hanya mengandalkan aparat, tetapi memerlukan keterlibatan aktif masyarakat di tingkat paling bawah.
"Untuk yang di rumah, tak henti-henti juga kita sosialisasikan melalui komunitas-komunitas di lingkungan setempat, seperti RT, RW, Dasawisma, PKK, dan posyandu," ungkap Rizky.
Ia berharap kewaspadaan kolektif antarwarga dapat menjadi sistem perlindungan awal, sekaligus jalur efektif dalam menyebarkan informasi pencegahan dan penanganan kekerasan.
Baca Juga: Remaja Jakarta Rentan Jadi Sasaran Utama Child Grooming di Ruang Digital
Secara keseluruhan, Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) DKI Jakarta mencatat telah menangani 2.269 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang Januari hingga Desember 2025. Dari jumlah tersebut, Jakarta Selatan menangani 460 kasus dan menempati peringkat kedua sebagai wilayah dengan kasus kekerasan perempuan dan anak terbanyak di Ibu Kota.
Berita Terkait
-
Remaja Jakarta Rentan Jadi Sasaran Utama Child Grooming di Ruang Digital
-
Sepenggal Kisah dari Tanah Persinggahan
-
Tragis, Guru SMP di Luwu Utara Babak Belur Dihajar Siswa Usai Tegur Aksi Bolos
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Mendagri Fokuskan Pengendalian Komoditas Pangan untuk Jaga Inflasi
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Prabowo Resmikan 21 RSUD Mei 2026! Target Pangkas Rujukan dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja
-
Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat
-
Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif
-
Terkuak di Sidang! Intel BAIS Lacak Aktivis KontraS Andrie Yunus Lewat Google hingga Aksi Kamisan
-
KAI Minta Warga Setop Bikin Perlintasan Liar: Bahayakan Masinis dan Pengguna Jalan
-
Terkuak di Sidang, Cara 4 Intel TNI Intai Andrie Yunus Sebelum Siram Air Keras
-
20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap
-
Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama
-
Polda Riau Jadi yang Terbaik dalam Kelola Anggaran Polri, Ini Rahasianya
-
Terencana dan Sadis, Andrie Yunus Disiram Pakai Campuran Air Aki dan Cairan Pembersih Karat