- Reshuffle Kabinet Merah Putih dinilai Presiden Prabowo berupaya menyingkirkan kepercayaan Presiden Jokowi.
- Pengamat menyoroti Menko PMK Pratikno sebagai salah satu contoh potensi penyingkiran karena loyalitas ganda.
- Prabowo disarankan mengganti menteri berkinerja rendah dengan sosok kompeten demi tercapainya gerak cepat kabinet.
Suara.com - Isu reshuffle Kabinet Merah Putih tidak hanya dipandang sebagai evaluasi kinerja menteri semata, tetapi juga dinilai mengandung pesan politik penting.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyebut bahwa perombakan kabinet dapat menjadi indikasi Presiden Prabowo Subianto menyingkirkan orang-orang kepercayaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Salah satu nama yang disorot adalah ialah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno.
“Reshuffle itu juga mengindikasikan ada upaya menyingkirkan orang-orang kepercayaan Jokowi. Salah satunya Pratikno, yang bila jadi di-reshuffle menjadi indikasi penyingkiran kepercayaan Jokowi,” kata Jamiluddin kepada Suara.com, Rabu (28/6/2026).
Menurunya, langkah tersebut memang sudah semestinya dilakukan karena loyalitas ganda dinilai berbahaya bagi kepemimpinan Prabowo.
“Upaya menepikan orang-orang Jokowi kiranya memang sudah seharusnya dilakukan. Sebab, mereka ini penganut loyalis ganda,” ucapnya.
Meski demikian, Jamiluddin mengingatkan agar Prabowo tidak menggunakan pendekatan keluargaisme dalam melakukan reshuffle kabinet.
Menurutnya, hal itu justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif di mata publik.
“Kalau pun keluarga dipromosikan menjadi menteri atau deputi di BI, semata karena kompetensi. Hal itu perlu dinyatakan secara terbuka agar publik tidak berspekulasi terhadap kepemimpinan Prabowo,” ujarnya.
Baca Juga: Istana Buka Suara soal Kans Budisatrio Djiwandono Gabung Kabinet
Ia menilai, dengan pendekatan tersebut, Prabowo dapat menjaga jarak dari citra kepemimpinan sebelumnya dan tetap memperoleh penghormatan dari rakyat.
Saat ini, beredar tujuh nama yang santer dikabarkan bakal terkena reshuffle, sebagian besar memang memiliki kinerja rendah.
Mereka di antaranya Menko PMK Pratikno, Menlu Sugiono, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Kepala KSP Muhammad Qodari, Menkomdigi Meutya Hafid, Menteri HAM Natalius Pigai, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri.
Namun, ia menilai ada nama lain yang juga layak dievaluasi karena kinerjanya dinilai belum optimal, yakni Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menko Pangan Zulkifli Hasan.
“Mereka sebaiknya diganti oleh sosok yang kompeten dan berintegritas. Hal ini diperlukan agar gerak cepat Kabinet Merah Putih sebagaimana yang diinginkan Prabowo dapat terwujud,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Isu Reshuffle Menguat, Sekjen Golkar: Kita Belum Dengar Info Yang Valid
-
Bukan Reshuffle Besar-besaran, Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Bakal Ganti Wamenkeu
-
Isu Reshuffle Memanas: Antara 'Anak Ideologis' dan 'Keponakan', Siapa yang Bertahan di Kabinet?
-
Istana Buka Suara soal Kans Budisatrio Djiwandono Gabung Kabinet
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
Terkini
-
Isu Reshuffle Menguat, Sekjen Golkar: Kita Belum Dengar Info Yang Valid
-
Cabut Izin 28 Perusahaan Pascabencana, Auriga Nusantara Nilai Pemerintah Cuma Gimmick
-
Bukan Reshuffle Besar-besaran, Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Bakal Ganti Wamenkeu
-
Juda Agung Disebut Kandidat Kuat Wamenkeu, Istana Tegaskan Belum Ada Keputusan
-
Terjaring OTT KPK, Eks Kasi Intel Kejari HSU Asis Budianto Ajukan Praperadilan
-
Bela Istri yang Dijambret, Pengacara Sebut Hogi Minaya Kejar Pelaku untuk Selamatkan Tagihan Snack
-
Isu Reshuffle Memanas: Antara 'Anak Ideologis' dan 'Keponakan', Siapa yang Bertahan di Kabinet?
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
-
Istana Buka Suara soal Kans Budisatrio Djiwandono Gabung Kabinet
-
Isu Reshuffle Memanas, Istana Pastikan Sore Ini Fokus pada Pelantikan Dewan Energi Nasional