- Politisi PDIP, Adian Napitupulu, mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo melalui Instagram pada 28 Januari 2026.
- Kritik Adian menyoroti Indonesia bergabung BoP Trump, penempatan keponakan Presiden jadi Deputi BI, dan hakim MK dari partai.
- Sorotan terakhir adalah tindakan represif aparat terhadap pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Adies Kadir Kader Golkar Jadi Hakim MK
Penunjukan mantan kader Partai Golkar Adies Kadir, menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) turut masuk dalam daftar kritik Adian. Masuknya kader partai politik ke dalam lembaga benteng konstitusi ini dinilai mengancam independensi MK dalam menangani sengketa politik dan judicial review.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Rapat Paripurna, pada Selasa (27/1/2026) secara resmi sudah menyetujui Adies Kadir sebagai calon hakim konstitusi pada MK RI atas usulan lembaga DPR.
Diketahui Adies Kadir ditetapkan untuk menggantikan calon sebelumnya Inosentius Samsul. Keputusan ini diambil dalam Rapat Paripurna ke-12 masa sidang III tahun 2025-2026.
Melalui ketua komisi III DPR RI, Habiburokhman, juga menyampaikan dalam laporannya bahwa pergantian ini dilakukan demi kepentingan konstitusional lembaga DPR RI.
Tukang Es Gabus Dipukili Aparat Karena Fitnah
Poin terakhir yang paling menyita perhatian emosi publik adalah kasus kekerasan yang baru-baru ini dialami seorang pedagang es gabus, Suderajat (49).
Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang memicu simpati sekaligus kemarahan publik. Video tersebut memperlihatkan momen pilu saat seorang pedagang es gabus keliling di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, diinterogasi secara ketat oleh oknum aparat gabungan.
Di bawah sorotan kamera dan tudingan miring tanpa kebenaran mengenai penggunaan bahan berbahaya berupa Polyurethane Foam (PF), sang pedagang es gabus yang tampak tak berdaya bahkan dipaksa mengonsumsi dagangannya sendiri demi membuktikan bahwa jajanan tradisional tersebut aman untuk dimakan.
Baca Juga: Istana Buka Suara soal Kans Budisatrio Djiwandono Gabung Kabinet
Insiden ini dengan cepat menjadi bola liar di dunia maya dan menimbulkan banyak spekulasi. Kasus ini juga menjadi simbol meningkatnya tindakan represif terhadap masyarakat kecil.
Rangkaian kritik yang dirangkum dalam unggahan Adian Napitupulu dalam satu infografis ini menjadi refleksi atas dinamika politik dan sosial di awal tahun 2026 masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Di Hadapan Siswa Sekolah Rakyat, Ipar Prabowo Curhat Pernah Dipecat dari Jabatan Gubernur BI
-
Adies Kadir Bukan lagi Kader, Bahlil: Golkar Sudah Wakafkan untuk Jadi Hakim MK
-
Kronologi Thomas Djiwandono Masuk BI: Dari Bendahara Gerindra, Wamenkeu, hingga Deputi Gubernur
-
Istana Buka Suara soal Kans Budisatrio Djiwandono Gabung Kabinet
-
Gedung DPR Riuh, Kapolri Pilih Bertani daripada Bernaung di Bawah Kementerian
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!