News / Nasional
Rabu, 28 Januari 2026 | 18:57 WIB
Anggota Komisi V DPR Adian Napitupulu. [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Politisi PDIP, Adian Napitupulu, mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo melalui Instagram pada 28 Januari 2026.
  • Kritik Adian menyoroti Indonesia bergabung BoP Trump, penempatan keponakan Presiden jadi Deputi BI, dan hakim MK dari partai.
  • Sorotan terakhir adalah tindakan represif aparat terhadap pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Adies Kadir Kader Golkar Jadi Hakim MK

Penunjukan mantan kader Partai Golkar Adies Kadir, menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) turut masuk dalam daftar kritik Adian. Masuknya kader partai politik ke dalam lembaga benteng konstitusi ini dinilai mengancam independensi MK dalam menangani sengketa politik dan judicial review.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Rapat Paripurna, pada Selasa (27/1/2026) secara resmi sudah menyetujui Adies Kadir sebagai calon hakim konstitusi pada MK RI atas usulan lembaga DPR.

Diketahui Adies Kadir ditetapkan untuk menggantikan calon sebelumnya Inosentius Samsul. Keputusan ini diambil dalam Rapat Paripurna ke-12 masa sidang III tahun 2025-2026.

Melalui ketua komisi III DPR RI, Habiburokhman, juga menyampaikan dalam laporannya bahwa pergantian ini dilakukan demi kepentingan konstitusional lembaga DPR RI.

Tukang Es Gabus Dipukili Aparat Karena Fitnah

Poin terakhir yang paling menyita perhatian emosi publik adalah kasus kekerasan yang baru-baru ini dialami seorang pedagang es gabus, Suderajat (49).

Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang memicu simpati sekaligus kemarahan publik. Video tersebut memperlihatkan momen pilu saat seorang pedagang es gabus keliling di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, diinterogasi secara ketat oleh oknum aparat gabungan.

Di bawah sorotan kamera dan tudingan miring tanpa kebenaran mengenai penggunaan bahan berbahaya berupa Polyurethane Foam (PF), sang pedagang es gabus yang tampak tak berdaya bahkan dipaksa mengonsumsi dagangannya sendiri demi membuktikan bahwa jajanan tradisional tersebut aman untuk dimakan.

Baca Juga: Istana Buka Suara soal Kans Budisatrio Djiwandono Gabung Kabinet

Insiden ini dengan cepat menjadi bola liar di dunia maya dan menimbulkan banyak spekulasi. Kasus ini juga menjadi simbol meningkatnya tindakan represif terhadap masyarakat kecil.

Rangkaian kritik yang dirangkum dalam unggahan Adian Napitupulu dalam satu infografis ini menjadi refleksi atas dinamika politik dan sosial di awal tahun 2026 masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Reporter: Tsabita Aulia

Load More