- Hujan sejak 28 Januari 2026 menyebabkan genangan yang mengganggu operasional transportasi Transjakarta pada 31 Januari 2026.
- Tiga layanan Transjakarta, termasuk Mikrotrans, terpaksa melakukan pengalihan rute akibat genangan air setinggi 30-40 cm.
- Pengalihan rute sementara menyebabkan beberapa bus stop pada rute 3E tidak dapat diakses oleh penumpang.
Suara.com - Hujan yang mengguyur ibu kota sejak Rabu (28/1/2026) menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang dan mengganggu operasional transportasi publik pada Sabtu (31/1/2026) pagi.
Berdasarkan data terbaru, tiga layanan Transjakarta—terdiri dari Mikrotrans dan bus reguler—terpaksa mengalami pengalihan rute demi keamanan armada serta penumpang.
Layanan yang terdampak paling awal adalah Mikrotrans JAK.05 rute Semper–Rorotan. Rute ini mulai dialihkan sejak pukul 05.54 WIB.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan kondisi di lapangan terkait pengalihan tersebut.
“Terdapat genangan setinggi 40 sentimeter di Jalan Madya Kebantenan yang tidak dapat dilalui secara normal,” ujar Ayu dalam keterangan resminya.
Tak hanya di Jakarta Utara, layanan Mikrotrans JAK.78A rute Benda–Cengkareng Timur juga mengalami kendala serupa sejak pukul 06.25 WIB. Armada pada rute ini dialihkan melalui pintu masuk atau keluar tol akibat genangan setinggi 30 sentimeter di depan pintu masuk Cengkareng Business City (CBC).
Meski terjadi pengalihan arah menuju Benda, manajemen memastikan seluruh pemberhentian bus pada rute tersebut tetap dilayani seperti biasa.
“Seluruh bus stop tetap dilayani secara normal,” lanjut Ayu.
Gangguan mobilitas warga juga berdampak pada operasional bus rute 3E yang menghubungkan Puri Kembangan dengan Sentraland Cengkareng sejak pukul 07.45 WIB. Genangan air di sekitar Jalan Gunung Merapi memaksa armada mencari jalur alternatif untuk menghindari titik banjir yang cukup dalam.
Akibat pengalihan tersebut, layanan rute 3E untuk sementara tidak dapat melayani Bus Stop Royal Palm 1 hingga Taman Palm 1 di kedua arah perjalanan.
Manajemen Transjakarta menyadari kondisi ini menghambat perjalanan para komuter di akhir pekan.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” ungkap Ayu.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan merencanakan perjalanan dengan memantau posisi bus secara real time melalui aplikasi. Pelanggan juga diminta rutin memperbarui informasi layanan melalui kanal media sosial resmi Transjakarta agar tidak terjebak kemacetan atau penumpukan penumpang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi
-
Prabowo Batal Hadiri Puncak Harlah 1 Abad NU di Istora, Rais Aam Juga Tak Hadir
-
Rhenald Kasali Ingatkan Media: Jangan Jadi Budak Algoritma, Engagement Bisa Pengaruhi Kebijakan
-
PBNU Dukung Langkah RI Masuk Board of Peace, Gus Yahya: Demi Masa Depan Palestina
-
Air Mulai Surut, Tapi Jakarta Belum Sepenuhnya Aman: 30 RT Masih Dikepung Banjir
-
Jokowi ke Makassar, Pidato di Rakernas PSI: Ada Kejutan Soal Posisi Strategis?
-
Warga Kampung Sawah Gelar Aksi Tolak Hiburan Malam Party Station
-
Akhir Pekan Basah, BMKG Rilis Peringatan Dini Waspada Hujan di Jakarta
-
Hasan Nasbi Bicara Peluang PSI Masuk Senayan: Tergantung Konsistensi Partai
-
Survei CISA: 81,2 Persen Masyarakat Tolak Polri di Bawah Kementerian