News / Metropolitan
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:30 WIB
Banjir merendam permukiman warga di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, pascahujan deras melanda Jakarta, Jumat (30/1/2026) pagi. (ANTARA/Luthfia Miranda Putri).
Baca 10 detik
  • Banjir akibat cuaca ekstrem di Jakarta sejak Rabu (28/1/2026) mulai surut, namun 30 RT masih terendam per Sabtu (31/1/2026).
  • Jakarta Timur paling terdampak, sementara luapan Kali Ciliwung, Angke, dan Nagrak menjadi penyebab utama genangan air.
  • Tim gabungan berupaya mempercepat pengeringan sisa genangan; ratusan jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian pascabanjir.

Suara.com - Banjir yang sempat melumpuhkan sebagian wilayah Jakarta akibat cuaca ekstrem sejak Rabu (28/1/2026) kini mulai berangsur surut.

Meskipun air mulai menyusut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat masih ada 30 Rukun Tetangga (RT) yang terendam luapan sungai.

"BPBD mencatat saat ini terdapat 30 RT," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/1/2026).

Kondisi hari ini sudah jauh membaik dibandingkan saat puncak banjir pada Jumat (30/1/2026) kemarin, ketika titik terdalam dilaporkan sempat melampaui ketinggian tiga meter.

Jakarta Timur menjadi wilayah yang paling terdampak hari ini, dengan total 22 RT yang masih digenangi air setinggi 15 hingga 50 sentimeter.

Selain di Jakarta Timur, sisa genangan juga masih menyasar satu RT di Jakarta Selatan dan tujuh RT di kawasan Jakarta Utara.

Luapan Kali Ciliwung, Kali Angke, dan Kali Nagrak menjadi pemicu utama terendamnya pemukiman warga setelah intensitas hujan yang masif mengguyur ibu kota sejak Rabu lalu.

Ratusan jiwa pun masih ada yang bertahan di lokasi pengungsian seperti GOR Otista, Masjid Al Abror, hingga SDN 05 karena rumah mereka belum sepenuhnya kering.

Tim gabungan dari Dinas SDA hingga Gulkarmat terus berjibaku mengerahkan personel dan pompa guna mempercepat pengeringan di sisa titik genangan.

Baca Juga: Purbaya Ungkap Nasib Lahan 28 Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra Setelah Diakuisisi Danantara

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," tegas Yohan, menjelaskan upaya penanganan yang sedang dilakukan pemerintah.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, dan segera menghubungi layanan darurat jika membutuhkan bantuan segera.

Load More