News / Internasional
Minggu, 01 Februari 2026 | 16:51 WIB
Donald Trump (x.com)
Baca 10 detik
  • Memo FBI mendeklasifikasi klaim bahwa Donald Trump dikompromikan Israel dan Jeffrey Epstein keterkaitan dengan agen Mossad.
  • Memo tersebut menyoroti Jared Kushner sebagai otak organisasi dan memiliki koneksi mendalam dengan Rusia dan Israel.
  • Dokumen itu juga mengungkap transaksi properti Trump yang melibatkan entitas Swiss terkait keluarga konglomerat Indonesia diduga pencucian uang.

Suara.com - Departemen Kehakiman AS kembali merilis jutaan halaman dokumen rahasia yang memicu guncangan hebat di panggung politik internasional.

Sebuah memo FBI tertanggal 30 Januari yang baru saja dideklasifikasi menyatakan klaim kontroversial bahwa Presiden AS Donald Trump telah "dikompromikan oleh Israel" dan menyebut dugaan Jeffrey Epstein sebagai agen intelijen Mossad.

Memo yang disusun pada tahun 2020 ini merupakan bagian dari investigasi terhadap pengaruh asing dalam proses pemilihan umum Amerika Serikat.

Laporan ini didasarkan pada keterangan Sumber Manusia Rahasia (Confidential Human Source/CHS) yang memiliki akses ke lingkaran informasi tingkat tinggi.

Dokumen tersebut menyoroti Chabad Lubavitch, sebuah organisasi Yahudi Ortodoks global, yang disebut-sebut berusaha mengooptasi kepresidenan Trump.

Nama menantu Trump, Jared Kushner, muncul sebagai tokoh sentral yang diidentifikasi sebagai pendukung kuat gerakan ini.

Beberapa poin krusial dalam memo tersebut meliputi:

  • Kedekatan dengan Rusia: Berel Lazar, tokoh kunci Chabad, diketahui merupakan penasihat dekat Presiden Rusia Vladimir Putin. Memo menyebut Chabad digunakan sebagai instrumen untuk memantau para oligarki Rusia-Yahudi.
  • Kushner sebagai "Otak" Organisasi: Sumber FBI menyatakan bahwa Jared Kushner adalah otak sebenarnya di balik organisasi dan kepresidenan Trump, serta memiliki hubungan mendalam dengan pemerintah Rusia.
  • Koneksi Netanyahu: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan memiliki hubungan persahabatan lama dengan keluarga Kushner, khususnya Charles Kushner, ayah Jared.


Jeffrey Epstein dan Hubungan dengan Intelijen Israel

Misteri mengenai identitas asli Jeffrey Epstein juga mendapatkan sudut pandang baru.

Baca Juga: Board of Peace dan Paradoks Diplomasi Indonesia

Memo tersebut, seperti yang dikutip MEE, menyatakan bahwa sumber FBI sangat yakin Epstein adalah agen Mossad yang direkrut dan dilatih di bawah bimbingan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak.

Selain itu, dokumen tersebut menyeret nama pengacara kondang Alan Dershowitz. Ia disebut-sebut sebagai orang yang memberitahu Alex Acosta (Jaksa Federal saat itu) bahwa Epstein "milik intelijen".

Salah satu bagian yang menarik perhatian publik di tanah air adalah penyebaran detail mengenai transaksi properti mewah Donald Trump.

Foto Donald Trump, Prabowo Subianto, dan Board of Peace (Sumber: yoursay.suara.com)

Dalam laporan The Cradle, memo tersebut mendiskusikan pembelian dan penjualan sebuah rumah besar di Beverly Hills yang dijual dengan harga US$ 800.000 di bawah nilai pasar.

Rumah tersebut dilaporkan dibeli secara tunai oleh entitas Swiss yang terkait dengan pengusaha miliarder konglomerat asal Indonesia.

FBI mencatat adanya "sejumlah keanehan dan red flags" dalam transaksi ini, yang memicu dugaan adanya upaya pencucian uang melalui kesepakatan tersebut.

Load More