- Syuting film Extraction: Tygo di Kota Tua merupakan bagian program strategis Jakarta Kota Sinema 2027.
- Wagub Rano Karno bertanggung jawab penuh atas revitalisasi kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta Barat.
- Kerja sama produksi film ini terwujud setelah diplomasi kebudayaan di Festival Film Cannes tahun lalu.
Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa kegiatan syuting film Extraction: Tygo di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, merupakan bagian dari rangkaian program strategis bertajuk Jakarta Kota Sinema yang dicanangkan untuk tahun 2027.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam melakukan revitalisasi kawasan bersejarah sekaligus mendorong pembangunan kota Jakarta melalui industri kreatif global.
Rano Karno menyampaikan detail mengenai pengembangan kawasan tersebut saat ditemui awak media di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/2/2026).
Mantan pemeran "Si Doel" ini menegaskan bahwa dirinya memegang peran krusial dalam transformasi wilayah ikonik di Jakarta Barat tersebut.
"Jakarta sedang mempersiapkan diri untuk merevitalisasi Kota Tua kita. Kebetulan, saya diberikan tugas oleh Pak Gubernur menjadi penanggung jawab Kota Tua Jakarta," ujar Rano.
Terkait keterlibatan bintang global sekelas Lisa BLACKPINK dalam proyek film tersebut, Rano Karno awalnya ingin menjaga kerahasiaan proses produksi demi profesionalisme industri sinema.
Demi menjaga etika produksi, ia bahkan menginstruksikan jajaran kedinasan untuk tidak memaparkan detail teknis produksi kepada publik sebelum waktunya.
"Saya tahu, film harus dilahirkan confidential," kata politisi PDIP itu.
Namun, Rano Karno menyiratkan bahwa pada akhirnya promosi mengenai kehadiran pesohor dunia merupakan nilai tambah yang signifikan bagi citra ibu kota di mata internasional.
Baca Juga: 4 Ide Mix and Match Celana Jeans ala Lisa BLACKPINK yang Wajib Kamu Contek!
"Kalau mau promo, Jakarta lebih berhak promo tentang kehadiran Lisa BLACKPINK," tegasnya.
Ketertarikan produser mancanegara untuk menjadikan Jakarta sebagai lokasi syuting bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari diplomasi kebudayaan di kancah internasional.
Rano Karno menjelaskan bahwa upaya jemput bola telah dilakukan sejak tahun lalu melalui ajang festival film paling bergengsi di dunia.
"Kenapa mereka syuting di situ? Itu lahir dari Festival Film Cannes. Kami kemarin tahun lalu buka booth di Festival Film Cannes," paparnya.
Sayang, Rano Karno enggan membeberkan lebih lanjut tentang detail tercapainya kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan rumah produksi penggarap film tersebut.
Ia cuma menegaskan bahwa visi menjadikan Jakarta pusat sinema bukan sekadar kata-kata manis dalam kampanye, melainkan pilar penting dalam cetak biru pembangunan kota ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Pramono Optimis Transjabodetabek Rute Soetta Bakal Diserbu: Bayar Rp3.500, Siapa yang Nggak Mau?
-
Wamenko Otto Hasibuan Sebut Korporasi Kini Jadi Subjek Hukum Pidana, Dunia Usaha Wajib Adaptasi
-
Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Kena OTT KPK, Modus 'Main' Restitusi PPN Kebun Terbongkar
-
Terungkap! Abraham Samad Akui Diajak Menhan Sjafrie Bertemu Prabowo di Kertanegara
-
Kala Pramono Tawarkan Bantuan Armada Sampah untuk Tangsel ke Andra Soni
-
Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon
-
Jawaban Menpar Widiyanti Usai Diberi Nilai 50 Oleh Anggota DPR: Subjektif, Cuma Satu Orang
-
Atasi Sampah di Bali, Menpar Widyanti Siap Jalankan Gerakan Indonesia Asri Arahan Prabowo
-
Cak Imin Ungkap Obrolan PKB Bareng Prabowo di Istana: dari Sistem Pilkada hingga Reshuffle?
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara