News / Nasional
Rabu, 04 Februari 2026 | 08:42 WIB
Ilustrasi MTQ Nasional. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Semarang dinilai siap menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 setelah survei teknis Kemenag RI.
  • Peninjauan fokus pada penataan 24 majelis lomba, tata ruang, dan penjadwalan kedatangan peserta kafilah secara bertahap.
  • Kawasan PRPP Semarang dianggap strategis karena dekat bandara, didukung fasilitas memadai, dan nuansa arsitektur Jawa.

Suara.com - Kota Semarang dinilai memiliki kesiapan kuat untuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Penilaian ini mengemuka dalam survei kelayakan yang dilakukan tim Kementerian Agama (Kemenag) RI saat meninjau sejumlah lokasi venue di ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an Kemenag RI, Rizal Ahmad Rangkuty, mengatakan peninjauan difokuskan pada kesiapan teknis penyelenggaraan, mulai dari tata ruang hingga alur kedatangan peserta.

“Tim membahas penataan 24 majelis lomba, dengan perkiraan 13 majelis digunakan untuk registrasi awal. Selain itu, pengaturan ruang tunggu peserta disesuaikan dengan jadwal kedatangan kafilah dari berbagai provinsi,” ujar Rizal.

Menurutnya, kedatangan peserta MTQ dilakukan secara bertahap. Kafilah dari Aceh, Sumatera Utara, dan Riau misalnya, dijadwalkan tiba pukul 10.00 WIB, disusul Sumatera Barat pada pukul 11.00 WIB, dan provinsi lainnya setelah itu. Karena itu, ruang tunggu yang memadai menjadi kebutuhan penting agar tidak terjadi penumpukan.

Rizal menambahkan, pemanfaatan area terbuka maupun tenda besar juga dimungkinkan selama memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, dan mitigasi cuaca.

“Jika tendanya aman dan luas, lapangan juga bisa dimanfaatkan. Prinsipnya fleksibel, yang penting representatif dan peserta merasa nyaman,” jelasnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Keagamaan Setda Provinsi Jawa Tengah, Agung Priyono, menilai kawasan PRPP atau Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan Semarang memiliki keunggulan strategis, terutama karena lokasinya yang dekat dengan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani.

“Begitu tiba di bandara, kafilah dapat langsung menuju PRPP untuk registrasi. Jaraknya sangat dekat, sehingga PRPP berpotensi menjadi titik awal kedatangan seluruh kafilah,” kata Agung.

Ia menambahkan, berbagai fasilitas pendukung menjadi perhatian utama, seperti ruang berpendingin udara, pencahayaan memadai, area antrean, layanan konsumsi, hingga ruang istirahat sementara bagi peserta.

Baca Juga: KPK Gandeng BPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Tak hanya itu, unsur arsitektur gedung yang kental dengan nuansa Jawa juga dinilai memberi nilai tambah secara visual.

“Ketika tirai dan gebyok dibuka, nuansa Jawanya terasa kuat dan fotogenik. Ini sangat mendukung kebutuhan dokumentasi, photo booth, maupun foto bersama,” ujar salah satu anggota tim peninjau.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan optimisme bahwa daerahnya siap menjadi tuan rumah MTQ Nasional 2026. Ia menyebut kesempatan ini sebagai kehormatan sekaligus momentum bersejarah bagi Kota Semarang.

“Kota Semarang siap menyambut dan menyukseskan MTQ Nasional 2026. Sejak terakhir kali menjadi tuan rumah pada tahun 1979, pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang kembali menjadi momentum bersejarah bagi kami untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik, lebih tertib, dan semakin berkualitas,” ujar Agustina.

Pemkot Semarang, lanjut dia, akan mengerahkan seluruh potensi daerah dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, serta berbagai elemen masyarakat demi menyukseskan ajang yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 tersebut.

Dalam pembahasan survei, aspek efisiensi biaya dan instalasi juga turut menjadi perhatian. Tim menilai sejumlah fasilitas gedung di Semarang sudah terbiasa digunakan untuk kegiatan nasional maupun korporasi, sehingga dapat dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan MTQ.

Load More