- Rekayasa lalu lintas diberlakukan Ditlantas Polda Metro Jaya pada Kamis (5/2/2026) demi kunjungan kenegaraan PM Australia.
- Pengaturan arus jalan bersifat situasional; jalan akan dibuka kembali segera setelah rombongan tamu negara melintas.
- Delapan ruas jalan protokol utama Jakarta terdampak, masyarakat diimbau menggunakan transportasi publik untuk menghindari kemacetan.
Suara.com - Kondisi lalu lintas di jantung Ibu Kota Jakarta diprediksi akan mengalami penyesuaian signifikan pada Kamis (5/2/2026) besok. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya secara resmi mengumumkan rencana rekayasa arus lalu lintas guna menyambut kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese.
Kunjungan Albanese yang dijadwalkan pada Kamis besok ini dipastikan akan melibatkan pengamanan ketat dan pengaturan jalur khusus bagi rombongan delegasi dari Negeri Kanguru tersebut.
Dilansir dari Antara, pihak kepolisian telah memetakan sejumlah titik strategis yang akan menjadi jalur perlintasan utama tamu negara, mulai dari area bandara hingga pusat pemerintahan di sekitar Istana Negara.
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas tamu negara selama berada di Indonesia.
"Akan ada pengawalan dan pengaturan lalu lintas sementara di beberapa ruas jalan utama Jakarta sebagai bentuk penghormatan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Skema Penutupan Jalan Secara Situasional
Mengingat Jakarta adalah pusat aktivitas ekonomi dan bisnis, pihak kepolisian tidak akan melakukan penutupan jalan secara total dalam durasi yang lama.
Skema yang diterapkan adalah sistem situasional yang sangat bergantung pada waktu pergerakan rombongan PM Anthony Albanese. Hal ini dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan meski ada prioritas bagi kendaraan kenegaraan.
Kombes Pol Komarudin menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya blokade permanen di jalan-jalan utama. Ia juga menambahkan, penutupan bersifat situasional dan hanya akan dilakukan pada saat rangkaian tamu kenegaraan.
Baca Juga: Dapat Teror Karangan Bunga Berisi Intimidasi, Dokter Oky Pratama Lapor Polda Metro Jaya
Artinya, saat rombongan telah melintas, arus lalu lintas akan segera dibuka kembali secara normal oleh petugas di lapangan.
Informasi mengenai titik-titik rekayasa ini juga telah disosialisasikan secara masif melalui kanal digital resmi kepolisian.
Informasi tersebut juga telah diunggah oleh akun instagram resmi @tmcpoldametro, sehingga masyarakat dapat memantau pembaruan terkini secara real-time melalui smartphone mereka.
Daftar 8 Ruas Jalan Protokol yang Terdampak
Berdasarkan data dari Ditlantas Polda Metro Jaya, terdapat delapan ruas jalan utama yang akan menjadi fokus pengaturan lalu lintas.
Jalur-jalur ini merupakan urat nadi transportasi Jakarta yang menghubungkan wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Pusat.
Berita Terkait
-
Dapat Teror Karangan Bunga Berisi Intimidasi, Dokter Oky Pratama Lapor Polda Metro Jaya
-
Kecelakaan Maut di Cilandak: Pemotor Tewas Usai Hantam JakLingko Depan Warung Bakso
-
Operasi Senyap Ditresnarkoba Polda Metro: Bongkar Peredaran Etomidate di Jakbar hingga Tangerang
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak
-
Propam Pastikan Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Pedagang Es Gabus, Aiptu Ikhwan Tetap Jalani Pembinaan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Video JK: Pelapor Ade Armando dan Abu Janda Kecewa Laporannya Dilempar ke Polda Metro
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif
-
Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran