- Pelaku pelemparan bom molotov di SMPN 3 Kubu Raya terhubung komunitas daring ekstrem TCC seperti pelaku SMAN 72 Jakarta.
- Aksi kekerasan terjadi pada Selasa (3/2/2026) di mana seorang siswa mengalami luka akibat ledakan bom molotov.
- Densus 88 mencatat 70 anak dari 19 provinsi terdeteksi bergabung dalam puluhan grup TCC selama satu tahun terakhir.
Suara.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap fakta baru di balik aksi pelemparan bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Ternyata, siswa SMP pelaku serangan tersebut diketahui tergabung dalam komunitas daring yang sama dengan siswa pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengatakan kedua pelaku terhubung melalui komunitas True Crime Community (TCC) yang selama ini menjadi perhatian aparat karena memuat konten kekerasan ekstrem.
“Berdasarkan analisa dari Tim Densus 88 mereka tergabung dalam komunitas yang sama dengan ABH (anak berhadapan dengan hukum) SMAN 72 Jakarta,” ungkap Mayndra kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).
Meski demikian, Mayndra belum memastikan apakah keduanya berada dalam grup TCC yang sama secara spesifik. Pasalnya, jaringan komunitas TCC yang terpantau Densus 88 terdiri dari puluhan grup dengan nama dan platform berbeda.
"Keduanya mengakses dan terinspirasi komunitas daring yang sama,” jelas Mayndra.
Berdasarkan hasil pemetaan, sedikitnya terdapat 27 grup komunitas TCC, di antaranya TCC Community, True Crime Community, TCCland Under Akmal, Fuck TCC, TCC, WAG TCC Reborn, WAG TCC Universe, WAG Area TCC, Tanah Suci TCC, TCC Universe V2, dan TCC Community.
Selain itu, terdeteksi pula grup lain seperti TCC City Nueva Revolucion, [tccland], FTCI Film True Crime Indonesia, Indonesia Headhunter, Meinchat, Group Kasih Sayang, Nuapf, Medenist Brigade, Legion Devision, FSP-NB (80 member), AZW Ragebait, Saranjana, Medenism Under Boris, Anarko Libertarian Maoist, Army of Legion, hingga Have Sex With Your Gun.
Densus 88 juga mencatat temuan awal bahwa terdapat 70 anak Indonesia yang tersebar di 19 provinsi dan tergabung dalam jaringan grup tersebut pada periode Januari 2025 hingga Januari 2026.
Baca Juga: Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Lukai Satu Siswa
Aksi pelemparan bom molotov tersebut diketahui terjadi di SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Selasa (3/2/2026), sesaat setelah jam istirahat sekolah berakhir. Suara ledakan keras membuat suasana belajar berubah mencekam dan memicu kepanikan siswa serta guru yang berhamburan keluar kelas.
Akibat ledakan itu, seorang siswa berinisial MAP mengalami luka di bagian kaki akibat serpihan benda tajam.
Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian langsung mengamankan terduga pelaku yang diketahui merupakan siswa aktif di sekolah tersebut.
Dendam Kerap Dibully
Sebelumnya, Densus 88 mengungkap bahwa siswa kelas IX tersebut terpapar konten kekerasan dari komunitas TCC dan menjadi korban perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Kondisi itu diduga mendorong munculnya keinginan balas dendam yang kemudian dilampiaskan melalui aksi kekerasan.
Berita Terkait
-
Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
-
Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Cegah Kriminal, BRI Hadirkan Fitur Notifikasi Real-Time WhatsApp dan SMS di BRImo
-
Singgung Soal Transaksi Rp 809 Miliar, Nadiem Makarim Optimistis Vonis 10 Tahun Bisa Dikoreksi
-
Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian
-
Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dievaluasi, Jangan Sampai Cuma Jadi Garis di Jalan
-
Aura Kasih Diam-Diam Terjun ke Bisnis Peternakan Ayam di Subang Berapa Omzetnya?
-
BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing