News / Nasional
Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:39 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan arahan di acara Sosialisasi DTSEN bersama seluruh camat, kepala desa dan pilar-pilar sosial di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026) (Dok: Kemensos)

Melihat pentingnya akurasi data kemiskinan, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyatakan siap mendukung penuh tahapan pemutakhiran DTSEN.

“DTSEN bukan sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen kunci untuk mewujudkan keadilan sosial, meningkatkan efisiensi anggaran dan perencanaan yang terukur,” kata Shobih.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk turut serta melakukan pemutakhiran DTSEN.

“Kami telah memerintahkan jajaran dari perangkat dinas hingga pemerintah desa untuk aktif dalam proses pemutakhiran data secara berkala,” kata Shobih.

DTSEN merupakan basis data nasional yang memotret kondisi sosial ekonomi setiap individu dan keluarga di Indonesia. Data ini terintegrasi dengan data kependudukan dan diperbarui secara berkala untuk memastikan kebijakan dan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. DTSEN disusun dari penggabungan Regsosek, DTKS, dan P3KE, sehingga menjadi rujukan utama pemerintah dalam penetapan program perlindungan dan bantuan sosial.

Hingga Januari 2026, DTSEN mencakup 289.060.513 data individu yang dikelompokkan ke dalam 10 desil kesejahteraan, dari kelompok prasejahtera hingga sejahtera. Klasifikasi ini memungkinkan pemerintah menetapkan prioritas secara lebih akurat, memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong kemandirian bagi kelompok yang telah berdaya.

Dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi DTSEN, siswa Sekolah Rakyat di wilayah kabupaten dan kota Pasuruan turut menampilkan berbagai bakat dan potensi yang dimiliki. Di antaranya, pidato Bahasa Inggris oleh Farah Amalia serta pidato Bahasa Arab oleh Bahjatul Junaynatil Ula.

Acara juga semakin semarak dengan penampilan baris variasi polisi cilik yang dipimpin Rachmad Albi Fakhri. Selain itu, para siswa mempersembahkan penampilan Hadroh, Tari Saman, paduan suara, dan pembacaan puisi.***

Baca Juga: 7 Langkah Mudah Reaktivasi PBI-JK yang Dinonaktifkan

Load More