Melihat pentingnya akurasi data kemiskinan, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyatakan siap mendukung penuh tahapan pemutakhiran DTSEN.
“DTSEN bukan sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen kunci untuk mewujudkan keadilan sosial, meningkatkan efisiensi anggaran dan perencanaan yang terukur,” kata Shobih.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk turut serta melakukan pemutakhiran DTSEN.
“Kami telah memerintahkan jajaran dari perangkat dinas hingga pemerintah desa untuk aktif dalam proses pemutakhiran data secara berkala,” kata Shobih.
DTSEN merupakan basis data nasional yang memotret kondisi sosial ekonomi setiap individu dan keluarga di Indonesia. Data ini terintegrasi dengan data kependudukan dan diperbarui secara berkala untuk memastikan kebijakan dan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. DTSEN disusun dari penggabungan Regsosek, DTKS, dan P3KE, sehingga menjadi rujukan utama pemerintah dalam penetapan program perlindungan dan bantuan sosial.
Hingga Januari 2026, DTSEN mencakup 289.060.513 data individu yang dikelompokkan ke dalam 10 desil kesejahteraan, dari kelompok prasejahtera hingga sejahtera. Klasifikasi ini memungkinkan pemerintah menetapkan prioritas secara lebih akurat, memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong kemandirian bagi kelompok yang telah berdaya.
Dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi DTSEN, siswa Sekolah Rakyat di wilayah kabupaten dan kota Pasuruan turut menampilkan berbagai bakat dan potensi yang dimiliki. Di antaranya, pidato Bahasa Inggris oleh Farah Amalia serta pidato Bahasa Arab oleh Bahjatul Junaynatil Ula.
Acara juga semakin semarak dengan penampilan baris variasi polisi cilik yang dipimpin Rachmad Albi Fakhri. Selain itu, para siswa mempersembahkan penampilan Hadroh, Tari Saman, paduan suara, dan pembacaan puisi.***
Baca Juga: 7 Langkah Mudah Reaktivasi PBI-JK yang Dinonaktifkan
Berita Terkait
-
7 Langkah Mudah Reaktivasi PBI-JK yang Dinonaktifkan
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Di Sidoarjo, Gus Ipul Ajak Camat Hingga Kades Bersama Perbarui Data
-
Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Cegah Tragedi Siswa di Ngada NTT Terulang
-
Kemensos Bidik 400 Ribu Lansia dan Disabilitas Akan Dapat MBG
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK