- Program 'Gentengisasi' Prabowo bertujuan menyediakan jutaan hunian layak dengan fokus pada atap berstandar tinggi dan daya tahan.
- Ratusan genteng logo palu-arit tahun 1962 ditemukan di Lumajang pada 2017, menunjukkan kualitas material lokal era lama sangat tangguh.
- Temuan genteng lawas ini menjadi tantangan bagi 'Gentengisasi' untuk menyelaraskan kecepatan modernisasi dengan durabilitas material bangunan terdahulu.
Genteng di Lumajang tersebut membuktikan bahwa meski terpapar cuaca ekstrem selama puluhan tahun di rumah yang sudah tidak terawat, strukturnya tetap solid.
Raydian menjelaskan kondisi rumah tempat ditemukannya genteng itu sudah lama kosong. Bahkan rumah tersebut juga sudah tidak beratap lagi.
Hal ini menandakan bahwa genteng-genteng tersebut sebelumnya adalah bagian dari struktur bangunan yang telah roboh dimakan usia, namun material gentengnya sendiri menolak hancur.
Proses identifikasi terhadap temuan tersebut dilakukan secara mendalam, untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan penyebaran paham terlarang atau murni peninggalan sejarah material bangunan.
Polisi kala itu telah meminta keterangan 2 orang yang pertama kali mengetahui keberadaan genteng tersebut.
"Dan hasilnya memang itu genteng yang diproduksi lama, sekitar tahun 1962," tegas Raydian.
Kenapa genteng zaman dulu kuat?
Secara teknis, genteng produksi tahun 1960-an seringkali dibuat dengan teknik pembakaran manual yang lebih lama dan menggunakan tanah liat kualitas super.
Hal ini menjadi catatan penting bagi program 'Gentengisasi' Prabowo. Agar program bedah rumah tidak menjadi proyek seremonial belaka, pemilihan material yang mampu bertahan hingga 50-60 tahun ke depan—seperti temuan di Lumajang—harus menjadi prioritas.
Baca Juga: Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya
Meskipun logo yang tertera pada genteng tersebut memiliki sensitivitas politik yang tinggi di Indonesia, dari perspektif arkeologi industri, temuan itu adalah bukti bahwa produk lokal Indonesia di masa lalu memiliki durabilitas luar biasa.
Namun, dari sisi keamanan, kepolisian saat itu bergerak cepat untuk meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.
"Saya tegaskan, tidak ada organisasi terlarang di Lumajang. Namun kita tetap waspada. Kami juga berharap warga segera melapor jika ada indikasi munculnya organisasi terlarang itu," pungkas Raydian.
Kini, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, tantangan "Gentengisasi" adalah bagaimana menggabungkan kecepatan teknologi konstruksi modern dengan filosofi kualitas material era 1960-an.
Rakyat tidak hanya membutuhkan atap baru, tetapi mereka membutuhkan 'genteng' yang mampu bertahan melewati berbagai pergantian rezim dan cuaca, layaknya genteng-genteng bersejarah yang ditemukan di pelosok Lumajang tersebut.
Keberlanjutan program perumahan akan sangat bergantung pada seberapa kuat pemerintah mampu menyediakan material yang tak lekang oleh waktu.
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya
-
Prabowo Janji Sediakan Lapangan Kerja dan Jutaan Rumah Murah, Ini Rencana Lengkapnya!
-
Mantan Menlu hingga Akademisi Kumpul, Apa yang Dibahas Intensif dengan Presiden Prabowo?
-
Dasco: Partai Gerindra Ingin Hidup untuk 1000 Tahun
-
Mau Digaji Berapa Pun Tetap Korupsi! Anggota DPR Soroti Mentalitas Hakim Usai OTT di PN Depok
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar