- Jalan Surabaya di Menteng, Jakarta Pusat, bermula tahun 1963 dan diresmikan menjadi objek wisata tahun 1974.
- Meskipun mengalami penurunan sejak krisis 1998 dan pandemi, kios di sana tetap bertahan berkat solidaritas pedagang.
- Pasar tersebut pernah dikunjungi tokoh dunia seperti Reagan dan Clinton; kendala ongkos kirim memengaruhi pembelian barang besar.
Hal inilah yang membuat wisatawan Barat lebih memilih membeli barang berukuran kecil sebagai suvenir daripada koleksi besar. Mereka yang dari benua Asia lah yang masih berani mengambil barang-barang antik besar dari situ, karena biaya ongkos kirim yang relatif lebih terjangkau.
Meski tantangan ekonomi menghimpit, tidak ada satu pun kios di Jalan Surabaya yang tutup karena semangat kekeluargaan para pedagangnya yang sangat kuat.
Herman menceritakan bahwa sistem perdagangan di sini banyak yang bersifat warisan dari orang tua kepada anak-anaknya. Jika sebuah kios tidak memiliki barang yang dicari pembeli, mereka tidak ragu untuk mengoper calon pembeli tersebut ke kios temannya.
Di sini sudah kayak saudara semua lah, saling bantu dan nggak ada yang saling berantem.
Daya tarik pasar ini memang luar biasa, bahkan mampu memikat tokoh dunia seperti Ronald Reagan, Bill Clinton, hingga istri Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Herman bahkan teringat momen meriah ketika penyanyi Katy Perry datang berkunjung dan memborong banyak barang di sana sekitar empat tahun lalu.
"Katy Perry mah belanja banyak dia, pengawalnya banyak banget," kata Herman sambil menceritakan kunjungan sang bintang pop internasional tersebut.
Selain itu, ia juga mencatat kehadiran aktor Arnold Schwarzenegger yang pernah menyempatkan diri berburu barang antik di salah satu kawasan ikonik Jakarta itu.
Mengenai biaya operasional, Herman menyebut bahwa biaya sewa tahunan kepada Pemprov DKI Jakarta masih relatif terjangkau dan bisa tertutupi.
Baca Juga: Daftar Koleksi Barang Antik Fadli Zon Senilai Miliaran, Ada Buku Ditandatangani Tokoh PKI
Ia dan rekan-rekannya tetap optimis bertahan karena kini para wisatawan mulai kembali melirik Jakarta setelah sebelumnya lebih banyak berfokus di Bali untuk memburu barang-barang antik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar