- Analis nilai sinyal Hashim soal pencopotan pejabat sebagai peringatan keras pemerintah.
- Hashim Djojohadikusumo tegaskan pemerintah segera bersihkan "telur busuk" di birokrasi.
- Presiden Prabowo bidik perusak lingkungan dan mafia saham demi investasi bersih.
Suara.com - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, menilai sinyal pencopotan pejabat yang dilontarkan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, merupakan peringatan serius.
Menurutnya, pesan tersebut ditujukan baik kepada figur di lingkar dalam kabinet maupun pihak di luar pemerintahan.
"Pernyataan soal pejabat ini adalah bahasa simbolis. Artinya, bisa jadi menyasar orang-orang yang selama ini berada di dalam kabinet maupun di luar kabinet yang mungkin saja terlibat masalah," ujar Arifki kepada media, Rabu (11/2/2026).
Arifki menyoroti bahwa pernyataan adik kandung Presiden Prabowo Subianto tersebut bukan sekadar informasi biasa, melainkan sebuah peringatan dini. Langkah ini dianggap selaras dengan fokus utama Presiden Prabowo yang tengah mengencangkan upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
"Ini menunjukkan konsentrasi Pak Prabowo. Komentar Pak Hashim mensinkronkan fokus presiden terhadap isu korupsi. Dampaknya akan merembes ke berbagai level, mulai dari pejabat birokrasi hingga petinggi BUMN secara keseluruhan," tambah Arifki.
Bersihkan "Telur Busuk" di Birokrasi dan Swasta
Sebelumnya, Presiden Prabowo melalui Hashim Djojohadikusumo mengirimkan sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan menoleransi pihak yang menghambat kemajuan ekonomi. Pemerintah kini tengah menyiapkan langkah tegas untuk membersihkan birokrasi dan sektor swasta dari para "telur busuk" yang merugikan negara.
Rencana "bersih-bersih" besar-besaran ini diungkapkan Hashim dalam forum China Conference Southeast Asia di Jakarta, Selasa (10/2) malam. Ia menegaskan bahwa momentum pembersihan ini sudah dimulai, sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai pengunduran diri sejumlah pejabat kunci di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini.
"Sekarang tinggal masalah membersihkan 'telur-telur busuk' ini. Terus terang, akan ada pejabat yang dicopot, dan denda sangat besar akan dijatuhkan," tegas Hashim dalam diskusi panel tersebut.
Baca Juga: Adik Kandung Ungkap Ada Pejabat 'Telur Busuk' Dekat Presiden Prabowo
Hashim memastikan pemerintah tidak akan pandang bulu, terutama terhadap elit yang terlibat praktik kriminal maupun perusakan lingkungan. Sebagai bukti nyata, ia membeberkan pencabutan izin 28 perusahaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat karena terbukti merusak lingkungan hingga menyebabkan korban jiwa.
Tindakan tersebut didukung data akurat berbasis teknologi, seperti citra satelit dan drone.
"Meski beberapa perusahaan ini memiliki koneksi dengan elit yang kuat, Presiden tetap mengambil tindakan tegas," ujar Hashim.
Namun, ia menekankan pemerintah tetap menjunjung asas keadilan dengan memberikan ruang peninjauan kembali bagi perusahaan yang merasa tidak bersalah.
Membidik Mafia "Goreng Saham"
Selain birokrasi dan lingkungan, radar pembersihan juga mengarah ke sektor pasar modal. Hashim menyoroti maraknya praktik manipulasi atau "goreng saham" yang merugikan investor ritel dan masyarakat kecil. Ia memberikan peringatan keras bahwa proses hukum sangat mungkin dilakukan bagi para manipulator pasar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor
-
Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!
-
Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja
-
Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura
-
Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu
-
Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito