News / Nasional
Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (28/3/2026). [Dok. Bakom RI]
Baca 10 detik
  • Pemerintah gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas guna gerakkan ekonomi UMKM.
  • Seratus ribu warga terima kupon belanja dalam acara Lebaran Bersama Rakyat.
  • Presiden Prabowo hadirkan hiburan dan pangan gratis bagi warga di Monas.

Suara.com - Pemerintah menggelar acara ‘Lebaran Bersama Rakyat’ di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (28/3/2026). Perhelatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menghadirkan kegembiraan hari raya yang lebih luas dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Acara ‘Lebaran Bersama Rakyat’ merupakan yang pertama kalinya digelar pasca-Idulfitri dengan konsep terpadu. Kegiatan ini menggabungkan bazar UMKM, pasar murah, panggung hiburan rakyat, hingga penyaluran bantuan sosial kepada warga.

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah memastikan suasana penuh syukur Idulfitri tetap dirasakan masyarakat meskipun hari raya telah berlalu.

“Bapak Presiden ingin suasana kegembiraan Lebaran ini masih terasa. Maka untuk pertama kalinya, setelah Lebaran, digelar acara besar di lapangan Monas ini,” ujar Seskab di lokasi acara.

Teddy memaparkan bahwa pemerintah telah menyiapkan 100.000 unit kupon senilai Rp500.000 per orang. Rinciannya, sebesar Rp300.000 dapat digunakan untuk paket sembako dan Rp200.000 untuk pembelian berbagai produk UMKM. Masyarakat yang hadir dapat langsung menukarkan kupon tersebut di stan yang tersedia.

“Bapak Presiden ingin berbagi kebahagiaan. Warga yang datang bisa membelikan baju, sepatu, tas, perlengkapan sekolah, hingga alat ibadah untuk anak-anak mereka,” tambah Teddy.

Selain pembagian bantuan, pemerintah melibatkan sekitar 1.000 pedagang kaki lima (PKL) serta pelaku UMKM dari pusat ekonomi rakyat seperti Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Ular, hingga sentra produksi daerah seperti Bandung. Langkah ini diambil sebagai stimulus ekonomi agar stok produk UMKM pasca-Lebaran dapat terserap langsung oleh pasar.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai momentum penggerak ekonomi kerakyatan.

“Momentum ini sangat penting untuk menggerakkan ekonomi. Kami melibatkan lebih dari seribu usaha mikro dan pedagang makanan agar perputaran modal tetap berjalan,” jelas Maman.

Baca Juga: Arus Balik dan Biaya Emosional yang Tak Masuk Anggaran

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, panitia menyediakan sekitar 300.000 porsi makanan dan minuman gratis. Konsep acara ini memungkinkan masyarakat untuk datang, makan, berbelanja, sekaligus menikmati hiburan bersama keluarga dalam satu kawasan.

Antusiasme warga terpantau sangat tinggi. Sejak sore hari, diperkirakan lebih dari 100.000 warga telah memadati kawasan Monas, dan angka tersebut diprediksi melonjak hingga 200.000 pengunjung pada malam hari. Pemerintah membuka kemungkinan menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin serta mereplikasinya di berbagai daerah setelah melakukan evaluasi pada pelaksanaan perdana ini.

Load More