- Warga berunjuk rasa di depan DPRD DKI Jakarta pada Rabu (11/2/2026) terkait sengketa lahan pembangunan Flyover Pramuka.
- Demonstran menuntut ganti rugi sekitar Rp369 miliar atas lahan 0,73 hektare yang sudah dibangun infrastruktur Pemprov DKI.
- Massa menyoroti dugaan salah bayar Pemprov DKI menggunakan dokumen palsu pada tahun 2011 yang merugikan ahli waris.
Suara.com - Sejumlah warga menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu (11/2/2026).
Massa membawa sebuah mobil pikap hitam yang dimodifikasi dengan deretan pengeras suara serta berbagai spanduk tuntutan berwarna merah dan hitam.
Aksi ini merupakan buntut dari sengketa lahan pembangunan “kupingan” Flyover Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, yang pengerjaannya telah dimulai sejak 2002 silam.
Para demonstran menuntut keadilan atas lahan seluas 0,73 hektare yang kini telah berdiri bangunan infrastruktur milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Berdasarkan spanduk yang terbentang di lokasi, massa mendesak DPRD DKI agar segera mengeluarkan rekomendasi pembayaran ganti rugi senilai kurang lebih Rp369 miliar.
Persoalan ini mencuat kembali karena adanya dugaan salah bayar oleh Pemprov DKI Jakarta kepada pihak yang tidak berhak dengan menggunakan dokumen palsu pada 2011 lalu.
Ira, salah satu perwakilan peserta aksi, menyatakan bahwa keluarga ahli waris merasa tidak pernah melakukan transaksi jual beli atas lahan mereka kepada Pemprov DKI Jakarta.
"Tiba-tiba di sana sudah dibangun flyover," ujarnya di lokasi aksi.
Kekecewaan massa semakin memuncak lantaran hasil audiensi sebelumnya dengan pihak legislatif dianggap tidak membuahkan hasil nyata.
Baca Juga: BMKG: Jakarta Barat dan Jakarta Selatan Diprakirakan Hujan Sepanjang Hari
"Sebelumnya kami sudah sempat audiensi juga di sini, dijanjikan setelah 14 hari bakal ada keputusan. Tapi ternyata kami dibohongi," lanjut Ira.
Para peserta aksi juga menyoroti sikap instansi terkait seperti Dinas Bina Marga DKI Jakarta, yang mereka anggap lepas tangan terhadap pelaksanaan pembangunan di atas lahan sengketa tersebut.
"Nah, itu pada nggak mau ngaku," kata Ira singkat saat ditanya mengenai keterlibatan Dinas Bina Marga dalam proyek tersebut.
Di tengah riuhnya suara orator dari atas mobil komando, puluhan aparat kepolisian tampak berjaga ketat untuk mengamankan jalannya penyampaian aspirasi.
Massa mengancam akan terus mengawal kasus ini hingga Pemprov DKI Jakarta bersedia membayarkan hak mereka sesuai dengan nilai kerugian yang dituntut.
Hingga berita ini dilaporkan, arus lalu lintas di depan Gedung DPRD DKI Jakarta terpantau padat, namun tetap mengalir di bawah penjagaan petugas.
Berita Terkait
-
BMKG: Jakarta Barat dan Jakarta Selatan Diprakirakan Hujan Sepanjang Hari
-
Banjir Jakarta Meluas Kamis Malam: 46 RT dan 13 Ruas Jalan Terendam
-
Banjir Jakarta Meluas: 35 RT dan 10 Ruas Jalan Tergenang, Jaktim Terparah
-
Kali Cakung Meluap, Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir
-
Hujan Deras Sejak Kemarin, 17 RT di Jakarta Timur dan Barat Terendam Banjir
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar
-
Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah
-
Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset
-
Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang
-
Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan
-
Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer
-
Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital