- Perselisihan muncul pada 10 Februari 2026 karena perbedaan klaim anggaran pembangunan kapal antara Menkeu Purbaya dan Menteri KKP Trenggono.
- Trenggono menyindir Purbaya di Instagram soal sumber dana kapal yang berasal dari pinjaman luar negeri Inggris.
- Konflik mereda pada 11 Februari 2026 setelah Purbaya mengklarifikasi dan kedua menteri tersebut menunjukkan kebersamaan.
Inti perselisihan tersebut terletak pada perbedaan data mengenai status anggaran.
Menurut Purbaya, dana sudah dialokasikan atau “keluar” sehingga seharusnya proses pemesanan kapal ke industri lokal sudah berjalan.
Sedangkan menurut Trenggono, proyek pembangunan sekitar 1.500 kapal itu didanai melalui skema pinjaman luar negeri (Credit Export) dari pemerintah Inggris (UK) dan dananya memang belum cair atau masuk ke KKP untuk dibelanjakan.
4. Klarifikasi Purbaya dan Siap Bertemu Setelah Ribut
Sehari setelahnya pada Rabu (11/2/2026), Purbaya memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Ia mengakui telah mengecek kembali dan membenarkan bahwa anggaran memang belum dikucurkan.
"Memang belum (kucuran dana)," ucap Purbaya.
Namun, ia tetap berpendapat bahwa KKP seharusnya tidak perlu menunggu anggaran cair total untuk memulai langkah pemesanan atau perencanaan di depan.
Ia menanggapi santai sindiran Trenggono dengan menyebut Trenggono sebagai "sahabat" dan mengatakan koordinasi akan dilakukan dengan mudah.
5. Berakhir dengan "Foto Damai"
Baca Juga: Sebut Trenggono Menteri Sahabat, Purbaya Jawab Soal Mandeknya Order Kapal dari Inggris
Di hari yang sama setelah kegaduhan tersebut, Trenggono mengunggah foto dirinya sedang duduk bersama Purbaya dalam satu meja.
Ia menuliskan keterangan singkat yang menandakan masalah telah selesai dan mengunggahnya pada Rabu (11/2/2026).
"That's all folks, back to work ya " tulis Trenggono pada akun media sosial Instagram pribadinya, dikutip pada Kamis (12/2/2026).
6. Kritikan dari DPR dan Parpol
Meskipun berakhir damai, aksi saling sindir ini mendapat kritik keras dari berbagai pihak, termasuk politikus PKS, PKB, dan anggota DPR.
Mereka menilai kejadian ini sebagai tanda buruknya koordinasi internal kabinet dan seharusnya masalah anggaran diselesaikan dalam rapat kabinet, bukan dipamerkan di media sosial yang bisa menimbulkan kegaduhan publik.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Empat Jam Terombang-ambing di Laut, Tangis Aula Pecah Saat Menemukan Sahabatnya Tak Bernyawa
-
PSG Sabet Juara Super Eropa, Luis Enrique Sentil Balik Si Tukang Kritik
-
181 Kursi Roda Adaptif Disalurkan, Jateng Perkuat Dukungan bagi Penyandang Disabilitas
-
Eks Caleg Golkar Lolos Calon Hakim Agung, DPR Tegaskan Tak Lagi Terafiliasi Partai
-
5 Pasal UU Cipta Kerja Ini Digugat ke MK, Dinilai Pinggirkan Hak Perempuan
-
3 Tanda Kamu Punya Feng Shui Kuat Menurut Grace Tahir, Pernah Mengalaminya?
-
Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
-
Siapa Bos Gendut? Gembong Narkoba Kampung Bahari Tertangkap BNN
-
Muhammadiyah Buka Suara Soal Tantangan Hafal Alquran Berhadiah Miras di Festival Musik Ancol
-
Xavi Resmi Jadi Bos Belanda, Eks Barcelona Itu Janjikan Oranje Bakal Kembali Total Football