- KCIC gandeng Trip.com permudah pembelian tiket Whoosh bagi wisatawan mancanegara secara global.
- Tiket kereta cepat Whoosh kini dapat dipesan melalui platform perjalanan global Trip.com.
- Kolaborasi KCIC dan Trip.com targetkan peningkatan jumlah penumpang internasional kereta cepat Whoosh.
Suara.com - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) resmi melakukan ekspansi digital dengan menggandeng platform perjalanan global, Trip.com, untuk mempermudah penjualan tiket Whoosh bagi pasar internasional.
Kolaborasi strategis ini memungkinkan wisatawan mancanegara memesan tiket kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut melalui gawai mereka, lengkap dengan pilihan mata uang dan bahasa asal masing-masing. Integrasi ini menandai langkah perdana Trip.com dalam menyatukan layanan kereta api di kawasan Asia Tenggara ke dalam ekosistem globalnya yang luas.
"Peluncuran ini mewujudkan visi kerja sama menjadi aksi nyata," ujar Krishna Arya, General Manager Trip.com Indonesia, dalam sesi jumpa pers di Stasiun KCIC Halim, Jakarta Timur, Kamis (12/2/2026).
Hadirnya Whoosh di platform tersebut membuat perjalanan rute Jakarta menuju Bandung yang hanya memakan waktu 45 menit menjadi kian praktis bagi pelancong dunia. Jangkauan global Trip.com diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan penumpang Whoosh dari pasar internasional pada tahun 2026.
"Visi kami jelas: Train Tickets for Everyone, Everywhere (Menyediakan tiket kereta untuk semua, di mana pun)," tutur Ian Luo, Global Commercial Head International Train Business Trip.com Group.
Bandung pun kini diproyeksikan sebagai gerbang utama bagi pelancong untuk mengeksplorasi kekayaan alam Jawa Barat, mulai dari Kawah Putih hingga pesisir Pangandaran.
Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memosisikan Whoosh sebagai opsi mobilitas utama bagi wisatawan global bahkan sebelum mereka menginjakkan kaki di Indonesia.
"Memperluas akses layanan digital menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan wisatawan masa kini," katanya.
Berdasarkan data tahun 2023 hingga 2025, minat wisatawan asing terhadap Whoosh menunjukkan tren positif. Malaysia menyumbang sekitar 300.000 penumpang, disusul wisatawan asal Singapura, Tiongkok, Jepang, hingga Korea Selatan yang tercatat sebagai pengguna terbanyak layanan kereta cepat ini.
Baca Juga: Pakai APBN! Danantara Masih Negosiasi Utang Kereta Cepat Whoosh
Langkah perluasan layanan ini diharapkan memperkuat profil internasional Whoosh, sekaligus mendukung pengembangan solusi transportasi yang berkelanjutan dan terintegrasi di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia
-
3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo
-
Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet
-
Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum
-
Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'