- Jaksa Agung ST Burhanuddin tegur keras perayaan mewah hari jadi Badan Pemulihan Aset.
- Burhanuddin imbau seluruh bidang Kejaksaan Agung gelar syukuran secara sederhana.
- Jaksa Agung ingatkan Kuntadi agar perayaan berlebihan divisi tidak terulang kembali.
Suara.com - Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan teguran keras terkait perayaan hari lahir ke-2 Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung yang dinilai dilakukan secara berlebihan. Burhanuddin mengingatkan agar setiap unit kerja di lingkungan Kejaksaan tidak terjebak dalam euforia seremoni yang bermewah-mewahan.
“Saya ingin mengingatkan kembali, jika setiap bidang merayakan ulang tahun, sedangkan kita memiliki delapan bidang, nanti selama delapan bulan kita hanya akan merayakan ulang tahun terus,” ujar Burhanuddin dalam sambutannya pada Peringatan Hari Lahir ke-2 BPA yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kejaksaan Agung, Kamis (12/2/2026).
Burhanuddin menegaskan bahwa dirinya tidak melarang adanya syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas capaian kinerja. Namun, ia menekankan agar kegiatan tersebut dilakukan dengan prinsip kesederhanaan.
“Boleh-boleh saja syukuran, tetapi lakukanlah dengan tidak berlebihan. Cukuplah tumpengan di antara teman-teman sendiri, itu saja yang saya harapkan,” tuturnya.
Ia khawatir jika peringatan hari jadi dirayakan secara besar-besaran, hal tersebut akan memicu kesenjangan antabidang. Menurutnya, tidak semua bidang memiliki sumber daya atau aset yang sama untuk menggelar acara serupa.
“Nanti ada bidang-bidang lain yang asetnya kecil, akhirnya cuma menjadi penonton saja,” ucap Burhanuddin.
Lebih lanjut, Jaksa Agung secara khusus memberikan peringatan kepada Kepala Badan Pemulihan Aset Kejagung, Kuntadi, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa perayaan yang mencolok cukup terjadi pada tahun ini saja.
“Ya, Pak Kun (Kuntadi). Yang ramai cukup tahun ini saja,” tandas Burhanuddin.
Baca Juga: Kejagung Sinyalir 26 Perusahaan Terlibat Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Capai Rp14 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
KCIC Gandeng Trip.com, Tiket Whoosh Kini Bisa Dipesan Secara Global
-
Pilot-Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB di Papua, KSAD Jenderal Maruli Tunggu Perintah Mabes TNI
-
Detik-detik Penangkapan 2 Warga Citayam Pencuri Kabel Kereta Api Bertegangan Tinggi
-
Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Pertaruhan Berbahaya, Amnesty Desak Tinjau Ulang
-
AS Siapkan Kirim Kapal Induk Kedua ke Wilayah Iran di Tengah Ancaman Perang
-
Dari Sindiran 'Cerdas' ke Foto Damai, Ini 6 Fakta Perselisihan Menkeu Purbaya dan Menteri KKP
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasbiallah Ilyas: Alarm Keras, KPK Harus Evaluasi Total
-
Meluruhkan Debu, Merajut Toleransi: Harmoni Lintas Iman di Kelenteng Fuk Ling Miau Yogyakarta
-
Temui Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Data Tunggal Akurat demi Bansos Tepat Sasaran
-
Ramadan di Depan Mata, Pramono Anung Wanti-wanti Warga DKI Tak Gadai KJP Buat Penuhi Kebutuhan