News / Nasional
Kamis, 12 Februari 2026 | 13:28 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam sambutannya pada Peringatan Hari Lahir ke-2 Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kejaksaan Agung, Kamis (12/2/2026). [Bidik layar/Faqih]
Baca 10 detik
  • Jaksa Agung ST Burhanuddin tegur keras perayaan mewah hari jadi Badan Pemulihan Aset.
  • Burhanuddin imbau seluruh bidang Kejaksaan Agung gelar syukuran secara sederhana.
  • Jaksa Agung ingatkan Kuntadi agar perayaan berlebihan divisi tidak terulang kembali.

Suara.com - Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan teguran keras terkait perayaan hari lahir ke-2 Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung yang dinilai dilakukan secara berlebihan. Burhanuddin mengingatkan agar setiap unit kerja di lingkungan Kejaksaan tidak terjebak dalam euforia seremoni yang bermewah-mewahan.

“Saya ingin mengingatkan kembali, jika setiap bidang merayakan ulang tahun, sedangkan kita memiliki delapan bidang, nanti selama delapan bulan kita hanya akan merayakan ulang tahun terus,” ujar Burhanuddin dalam sambutannya pada Peringatan Hari Lahir ke-2 BPA yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kejaksaan Agung, Kamis (12/2/2026).

Burhanuddin menegaskan bahwa dirinya tidak melarang adanya syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas capaian kinerja. Namun, ia menekankan agar kegiatan tersebut dilakukan dengan prinsip kesederhanaan.

“Boleh-boleh saja syukuran, tetapi lakukanlah dengan tidak berlebihan. Cukuplah tumpengan di antara teman-teman sendiri, itu saja yang saya harapkan,” tuturnya.

Ia khawatir jika peringatan hari jadi dirayakan secara besar-besaran, hal tersebut akan memicu kesenjangan antabidang. Menurutnya, tidak semua bidang memiliki sumber daya atau aset yang sama untuk menggelar acara serupa.

“Nanti ada bidang-bidang lain yang asetnya kecil, akhirnya cuma menjadi penonton saja,” ucap Burhanuddin.

Lebih lanjut, Jaksa Agung secara khusus memberikan peringatan kepada Kepala Badan Pemulihan Aset Kejagung, Kuntadi, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa perayaan yang mencolok cukup terjadi pada tahun ini saja.

“Ya, Pak Kun (Kuntadi). Yang ramai cukup tahun ini saja,” tandas Burhanuddin.

Baca Juga: Kejagung Sinyalir 26 Perusahaan Terlibat Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Capai Rp14 Triliun

Load More