- Achmad Munjid sebut Israel perancang utama agenda Board of Peace sejak awal.
- Struktur Board of Peace dinilai tidak demokratis dan rugikan posisi tawar Indonesia.
- Keterlibatan Indonesia di Board of Peace dianggap ceroboh dan bebankan anggaran triliunan.
"Jika alasannya mencoba dulu lalu keluar, itu artinya pemikiran belum matang. Ini adalah spekulasi dengan pertaruhan besar," terangnya.
Munjid memperingatkan bahwa keterlibatan Indonesia bukan sekadar soal kehadiran fisik, melainkan adanya ikatan perjanjian dan komitmen finansial yang sangat besar. Ia menyoroti beban anggaran triliunan rupiah yang tetap harus dipenuhi sebagai konsekuensi dari kesepakatan internasional tersebut.
"Ada pertaruhan citra Indonesia di panggung global dan beban anggaran yang tidak kecil," ucapnya.
Lemahnya Posisi Tawar Indonesia
Munjid meragukan kemampuan Indonesia dalam memengaruhi kebijakan BoP, meskipun bergabung bersama aliansi negara Islam lainnya seperti Arab Saudi, Turki, dan Qatar. Menurutnya, BoP bukanlah organisasi yang mengedepankan kesetaraan anggota, melainkan lembaga yang sangat sentralistik.
"BoP bukan lembaga demokratis. Tidak ada prinsip kesetaraan karena keputusan akhir berada di tangan board member, dan yang paling menentukan adalah Donald Trump," paparnya.
Ia menambahkan bahwa peran Donald Trump hampir bersifat absolut, mulai dari penentuan kebijakan strategis hingga pengelolaan anggaran. Hak veto yang dimiliki Trump membuat usulan negara anggota, termasuk Indonesia, rentan dibatalkan secara sepihak.
"Jika usulan sudah disepakati board member tapi Trump tidak setuju, ia bisa membatalkannya karena memiliki hak penuh. Saya tidak menaruh harapan banyak dari keterlibatan Indonesia di Board of Peace ini," pungkas Munjid.
Baca Juga: SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali