- Kediaman Presiden Joko Widodo di Solo berubah nama menjadi "Tembok Ratapan Solo" di Google Maps pada Senin (16/2/2026).
- Fenomena ini viral setelah video aksi teatrikal meratap di depan rumah tersebut tersebar luas di media sosial.
- Ajudan pribadi Jokowi mengonfirmasi hal ini namun meminta masyarakat tidak melakukan aksi serupa di hunian pribadi tersebut.
“Ya, saya sudah tahu. Enggak tahu Bapak sudah tahu apa belum ya,” ujarnya.
Namun, Syarif belum bisa memastikan apakah Jokowi sendiri sudah mendengar kabar mengenai penamaan unik itu. Secara personal, Syarif mengaku tidak merasa tersinggung dengan label tersebut dan menanggapinya dengan santai.
4. Larangan Aksi Meratap di Area Hunian Pribadi
Guna menyikapi fenomena sejumlah warga yang mulai mencoba meniru aksi teatrikal dalam video yang tengah viral belakangan ini, AKBP Syarif Fitriansyah selaku ajudan pribadi mengeluarkan himbauan tegas kepada masyarakat luas agar menahan diri dan tidak melakukan aksi 'meratap' atau tindakan serupa di depan pintu gerbang kediaman tersebut.
Dalam keterangannya, ia memberikan penekanan bahwa rumah yang berlokasi di kawasan Sumber itu merupakan hunian domestik atau tempat tinggal pribadi milik Bapak Joko Widodo dan Ibu Iriana, sehingga secara fungsional sangatlah berbeda dengan situs religi, monumen sejarah, ataupun objek wisata publik sebagaimana persepsi keliru yang terbangun akibat penamaan sepihak di platform digtal.
5. Tidak Ada Pembatasan Akses bagi Pengunjung
Walaupun gelombang popularitas digital telah mengubah citra rumah di Jalan Kutai Utara itu menjadi sebuah spot yang sangat viral di media sosial, hal tersebut tidak lantas membuat pihak keamanan memperketat penjagaan atau membatasi ruang gerak warga.
Syarif menegaskan bahwa tidak akan ada larangan khusus bagi masyarakat yang ingin lewat atau mengunjungi area tersebut, sehingga suasana di sekitar lokasi tetap kondusif sebagaimana biasanya.
Dinamika keramaian di kediaman mantan orang nomor satu di Indonesia ini sebenarnya bukanlah hal baru, terhitung sejak beliau kembali ke Solo pada akhir Oktober 2024, rumah itu telah menjadi magnet bagi masyarakat umum maupun jajaran politikus yang ingin bersilaturahmi dan hingga saat ini akses tetap dibuka secara normal tanpa pengamanan yang berlebihan. (Tsabita Aulia)
Baca Juga: ICW Sebut Wacana Jokowi Kembalikan UU KPK 2019 sebagai Upaya 'Cuci Tangan'
Berita Terkait
-
ICW Sebut Wacana Jokowi Kembalikan UU KPK 2019 sebagai Upaya 'Cuci Tangan'
-
Gus Falah Bongkar Standar Ganda Jokowi Soal UU KPK: Wujud 'Cuci Tangan'
-
Heboh 'Tembok Ratapan Solo' Muncul di Google Maps, Ternyata Berlokasi di Kediaman Jokowi
-
Jokowi Setuju UU KPK Kembali ke Versi Lama, ICW: Upaya Cuci Tangan dari Kesalahan Lama
-
Jokowi Mau UU KPK Kembali ke Versi Lama, Eks Penyidik: Publik Tak Butuh Gimick
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi
-
100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik
-
Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak
-
Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek
-
Berbahaya, Koalisi Masyarakat Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan
-
DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah
-
Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat
-
Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan