- Polda Metro Jaya gagalkan peredaran 738 butir ekstasi di Jakarta Pusat pada Senin (16/2/2026) dini hari.
- Dua tersangka berinisial R (32) dan D (29) ditangkap di Apartemen Mediterania Palace Residence setelah laporan masyarakat.
- Ekstasi tersebut dibawa tersangka R dari Lampung dan rencananya akan diedarkan di wilayah Jakarta.
Suara.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis ekstasi dan mengamankan dua pria di kawasan Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026) dini hari. Dari penindakan tersebut, polisi menyita total 738 butir ekstasi yang diduga siap diedarkan di Jakarta.
Kedua tersangka berinisial R (32) dan D (29) ditangkap sekitar waktu subuh di area ATM Center Apartemen Mediterania Palace Residence. Penangkapan dilakukan setelah aparat menerima laporan masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika di lokasi tersebut.
Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa ekstasi itu dibawa R dari Lampung. R disebut mengambil barang haram tersebut di Lampung sebelum berangkat menuju Jakarta. Setibanya di Jakarta Barat, ia dijemput oleh D di kawasan Kebon Jeruk, lalu keduanya bergerak menuju lokasi transaksi hingga akhirnya ditangkap petugas.
"Kedua tersangka merupakan warga yang bersal dari Provinsi Lampung, dan dari keduanya di dapati barang bukti kurang lebih sejumlah 700 Ekstasi dan rencananya akan diedarkan diwilayah Jakarta" jelas AKP Guntur selaku perwira yang menangani perkara tersebut, Rabu (18/2/2026).
Berdasarkan dokumentasi barang bukti, ratusan pil ekstasi tampak dikemas dalam sejumlah plastik klip bening berukuran kecil hingga sedang. Pil berwarna hijau dan kuning itu dipisahkan berdasarkan kode tertentu, dengan masing-masing kemasan berisi puluhan hingga hampir seratus butir.
Beberapa kemasan juga terlihat diberi label tulisan tangan berisi keterangan jumlah dan berat, yang menunjukkan pengemasan dilakukan secara rapi dan terklasifikasi. Pola tersebut diduga untuk mempermudah distribusi dalam jumlah besar, dengan total keseluruhan mencapai 738 butir.
Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami jaringan peredaran narkotika yang melibatkan keduanya, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pemasok maupun penerima lain di wilayah Jakarta.
Berita Terkait
-
Kasus Koper Narkoba: Polri Akhirnya Bongkar Hubungan AKBP Didik dan Aipda Dianita!
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15 Kg Lebih dari Jakarta hingga Pamulang
-
Siapa Aipda Dianita Agustina? Polwan yang Terseret Skandal Koper Narkoba AKBP Didik Putra Kuncoro
-
Ironi AKBP Didik Putra Kuncoro: 6 Fakta Kelam Eks Kapolres Bima, Simpan Sekoper Narkoba
-
Hasil Uji Rambut Positif, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Simpan Sabu dan Ekstasi di Rumah
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Bukan Sekadar Fiskal, Pimpinan DPD: Pidato Prabowo Ekspresi Nyata Ekonomi Pancasila
-
Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026
-
Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar
-
Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal
-
Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data
-
'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR
-
Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati
-
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!
-
Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma