- Gubernur Jawa Barat melakukan penjemputan mendadak 13 korban TPPO di Sikka, NTT, pada Senin (23/2/2026).
- Pihak TRUK F meminta jaminan hukum tertulis agar proses penyidikan kepolisian di Sikka tetap dilanjutkan.
- Pemprov Jawa Barat diminta terus memfasilitasi pendampingan serta pemberdayaan bagi para korban setelah mereka pulang.
Ke depan, Ika menaruh harapan besar kepada Pemprov Jawa Barat agar tidak lepas tangan setelah membawa pulang para korban. Ia telah menitipkan pesan khusus kepada dua bupati yang hadir, yaitu Bupati Cianjur dan Purwakarta agar para korban diberikan pemberdayaan.
“Saya itu berharap pemerintah dalam hal ini Jawa Barat benar-benar mengayomi anak-anak ya. Itu kami sangat harapkan dan tadi saya sudah bisik ke bupati, karena ada dua bupati yang hadir tadi dari Cianjur dan Purwakarta," ungkapnya
"Saya menitip, saya menyampaikan bahwa anak-anak ini butuh pendampingan, lalu butuh pemberdayaan karena mereka sudah sampaikan ada yang mau sekolah, ada yang mau lanjutkan usaha, jadi saya berharap kebutuhan-kebutuhan itu bisa difasilitasi oleh Pemda Jabar,” tambahnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Kasus 13 Pekerja Pub Eltras, Polres Sikka Gelar Penetapan Tersangka Hari Ini
-
Viral Cewek Ingin Jadi LC, Langsung Dapat Nasihat Logis dan Menohok Ini
-
Polri Bongkar Pola TPPO Berkedok Lowongan Kerja, Korban Dipaksa Bayar untuk Pulang
-
Buronan Interpol Rifaldo Aquino Pontoh Aktor TPPO Jaringan Kamboja Ditangkap, Ini Tampangnya
-
Blusukan Pakai Moge Mewah, Intip Pajak Motor Dedi Mulyadi
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?
-
Asa Baru Pascabencana: Anggaran Rp100 Triliun Disetujui DPR untuk Pulihkan Sumatra!
-
Bawa Mandat Prabowo Terkait RUU Polri, Menkum: UU Sudah Berlaku Dua Dekade, Perlu Disesuaikan
-
Miris! 6 Bulan Melaut Bertaruh Nyawa, Awak Kapal Perikanan Cuma Digaji Rp500 Ribu
-
Benarkah Pertumbuhan Ekonomi Selalu Merusak Alam? Studi Baru Justru Menemukan Sebaliknya
-
DPR Beberkan Poin-poin Perubahan di RUU Polri: Ada Soal Aturan Polisi Bertugas di Luar Institusi
-
Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk
-
Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra
-
Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat
-
Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu