News / Nasional
Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:25 WIB
Kolase foto Menteri HAM Natalius Pigai dan Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar
Baca 10 detik
  • Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar, mengajak Menteri HAM Natalius Pigai berdiskusi setelah isu pemahaman HAM sejak dini.
  • Natalius Pigai membalas dengan menegaskan pemahaman HAM-nya didasari pengalaman hidup ekstrem di tengah konflik Paniai.
  • Pigai setuju berdebat dengan syarat disiarkan langsung di televisi nasional, namun Uceng menyatakan tidak memiliki kuasa fasilitas tersebut.

Menanggapi cuitan itu, selain tertarik untuk belajar, Uceng turut mengajak Pigai untuk berdiskusi dan berdebat mengenai kasus-kasus HAM di Indonesia satu per satu.

"Saya mau diskusi dan debatkan satu persatu kasus HAM di indonesia yang katanya bapak udah amat pahami itu. Sebut saja kapan dan dimana saya bisa belajar," balas Uceng.

Tak berselang lama Pigai membalas cuitan Uceng dan menerima ajakan diskusi terbuka yang diajukan Uceng.

Pigai menyatakan setuju untuk berdebat dengan syarat acara tersebut disiarkan secara langsung di televisi nasional.

"Saya setuju di TV Nasional dan Live. Anda yang undang maka saya minta anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah," ujar Pigai.

Dalam balasan itu pula, Pigai berniat untuk memberikan pemahaman mengenai persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) kepada Uceng agar sang profesor benar-benar paham.

"Saya benar-benar mau ajari anda soal ham agar paham," imbuh Pigai.

Namun sebelum rencana diskusi terealisasi, Pigai bahkan menyarankan Uceng untuk menonton video referensi mengenai pandangannya terkait pelanggaran HAM berat sebagai tambahan ilmu. Ia menyertakan tautan dari tayangan YouTube yang ia hadiri bersama Fadli Zon.

"Jujur saya sangat mau biar rakyat indonesia nonton seberapa hebat ilmu HAM seorang Prof," tutur Pigai

Baca Juga: Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik

Menanggapi balasan itu, Uceng mengaku tidak memiliki kekuasaan untuk mengundang atau menyiapkan fasilitas di televisi nasional sebagaimana yang diminta oleh Pigai.

Ia justru menyarankan agar Pigai yang melakukan lobi kepada pihak televisi. Mengingat posisinya sebagai Menteri HAM yang dianggap lebih berpengaruh.

"Saya gak punya kekuasaan pak. Semoga ada tv nasional yang bisa fasilitasi. Kalau bapak yang colek mereka mungkin lebih berarti," balas Uceng.

Uceng turut menyampaikan terima kasih atas referensi video YouTube yang dikirimkan oleh Pigai sebagai bahan 'belajar'.

Secara diplomatis, ia menyandingkan ajakan belajar tersebut dengan latar belakang akademisnya sendiri. Uceng pun menyatakan dengan senang hati akan belajar memahami HAM dari Pigai.

"Terima kasih youtubenya. Saya hanya pernah tiga tahun peneliti di Pusat Studi HAM UII Jogja dan kuliah S2 Hukum HAM di Amerika. Saya pasti senang belajar," sambung Uceng.

Load More