- Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar, mengajak Menteri HAM Natalius Pigai berdiskusi setelah isu pemahaman HAM sejak dini.
- Natalius Pigai membalas dengan menegaskan pemahaman HAM-nya didasari pengalaman hidup ekstrem di tengah konflik Paniai.
- Pigai setuju berdebat dengan syarat disiarkan langsung di televisi nasional, namun Uceng menyatakan tidak memiliki kuasa fasilitas tersebut.
Menanggapi cuitan itu, selain tertarik untuk belajar, Uceng turut mengajak Pigai untuk berdiskusi dan berdebat mengenai kasus-kasus HAM di Indonesia satu per satu.
"Saya mau diskusi dan debatkan satu persatu kasus HAM di indonesia yang katanya bapak udah amat pahami itu. Sebut saja kapan dan dimana saya bisa belajar," balas Uceng.
Tak berselang lama Pigai membalas cuitan Uceng dan menerima ajakan diskusi terbuka yang diajukan Uceng.
Pigai menyatakan setuju untuk berdebat dengan syarat acara tersebut disiarkan secara langsung di televisi nasional.
"Saya setuju di TV Nasional dan Live. Anda yang undang maka saya minta anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah," ujar Pigai.
Dalam balasan itu pula, Pigai berniat untuk memberikan pemahaman mengenai persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) kepada Uceng agar sang profesor benar-benar paham.
"Saya benar-benar mau ajari anda soal ham agar paham," imbuh Pigai.
Namun sebelum rencana diskusi terealisasi, Pigai bahkan menyarankan Uceng untuk menonton video referensi mengenai pandangannya terkait pelanggaran HAM berat sebagai tambahan ilmu. Ia menyertakan tautan dari tayangan YouTube yang ia hadiri bersama Fadli Zon.
"Jujur saya sangat mau biar rakyat indonesia nonton seberapa hebat ilmu HAM seorang Prof," tutur Pigai
Baca Juga: Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik
Menanggapi balasan itu, Uceng mengaku tidak memiliki kekuasaan untuk mengundang atau menyiapkan fasilitas di televisi nasional sebagaimana yang diminta oleh Pigai.
Ia justru menyarankan agar Pigai yang melakukan lobi kepada pihak televisi. Mengingat posisinya sebagai Menteri HAM yang dianggap lebih berpengaruh.
"Saya gak punya kekuasaan pak. Semoga ada tv nasional yang bisa fasilitasi. Kalau bapak yang colek mereka mungkin lebih berarti," balas Uceng.
Uceng turut menyampaikan terima kasih atas referensi video YouTube yang dikirimkan oleh Pigai sebagai bahan 'belajar'.
Secara diplomatis, ia menyandingkan ajakan belajar tersebut dengan latar belakang akademisnya sendiri. Uceng pun menyatakan dengan senang hati akan belajar memahami HAM dari Pigai.
"Terima kasih youtubenya. Saya hanya pernah tiga tahun peneliti di Pusat Studi HAM UII Jogja dan kuliah S2 Hukum HAM di Amerika. Saya pasti senang belajar," sambung Uceng.
Berita Terkait
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik
-
Daftar Menu Sahur Mewah Masjid Kampus UGM Mulai 28 Februari hingga 10 Hari Terakhir Ramadan 2026
-
Apa Menu Buka Puasa di Masjid UGM Hari Ini 26 Februari 2026? Begini Cara Ngambilnya
-
Kritik Kebijakan Jadi Pelanggaran HAM? Logika Terbalik Menteri Pigai
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Kementerian HAM Kawal Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok, Dorong Pemulihan Korban
-
Kejagung Tarik Rem! Perintahkan Seluruh Kejati Hentikan Pengumpulan Data Terkait MBG
-
Soal Usulan Hak Angket Ketegangan Polri-Kejagung, Pimpinan DPR: Itu Hak Konstitusional Anggota
-
Bantah Mandek, DPR Libatkan Hotman Paris hingga Akademisi Bahas RUU Perampasan Aset
-
JCW Cium Aroma 'Barter Kasus' di Balik Penghentian Pendataan SPPG Bermasalah oleh Kejaksaan
-
Sopir Truk Crane Tabrak JPO Tendean Diduga Tak Pahami Tinggi Kendaraan
-
3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali
-
Truk Towing Nyangkut Bikin Macet dan JPO Tendean Rusak Parah, Warga Diimbau Lewat 4 Jalur Alternatif
-
Biar Jelas Siapa yang Benar dan Salah! Gus Yaqut Janji Buka-bukaan di Sidang Korupsi Haji
-
KPK Limpahkan Berkas Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Segera Disidang