Ilustrasi Bendera Iran dan AS [Suara.com]
Baca 10 detik
- Negosiasi intens antara Washington dan Teheran di Jenewa pada Kamis (26/2/2026) berakhir tanpa kesepakatan substantif mengenai nuklir dan sanksi.
- Menteri Iran memperingatkan potensi perang menghancurkan di kawasan jika konflik bersenjata terjadi, meski dialog akan berlanjut teknis di Wina.
- Presiden Trump menetapkan tenggat waktu 10 hingga 15 hari bagi Iran untuk setuju, sambil memperluas sanksi ekonomi dan mengancam tindakan militer.
Langkah Berikutnya:
- Masing-masing pihak akan kembali ke ibu kota negara untuk melakukan konsultasi internal.
- Diskusi pada "tingkat teknis" yang melibatkan para ahli operasional dijadwalkan berlangsung pekan depan di Wina, Austria.
- Oman tetap bertindak sebagai mediator utama untuk menjembatani komunikasi kedua belah pihak di tengah waktu yang kian sempit.
Kegagalan negosiasi ini sendiri jadi antiklimaks setelah sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Teheran dan Washington “semakin mendekati kesepakatan”.
DISCLAIMER: Laporan ini disusun berdasarkan dinamika negosiasi internasional di Jenewa per Februari 2026. Situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran bersifat sangat volatil dengan risiko eskalasi militer yang dapat berubah dalam hitungan jam.
Komentar
Berita Terkait
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan
-
Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat
-
Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
-
Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya
-
Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI