- Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan Jakarta Ramadan Festival sepanjang Ramadan hingga Idulfitri sebagai pesona ibu kota.
- Acara utama meliputi Jakarta Light Festival di Bundaran HI (19 Februari–24 Maret) dan Harmoni Ramadan.
- Festival ini juga menampilkan Hijab Fashion Show Tanah Abang dan Pasar Murah untuk stabilitas ekonomi warga.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menghadirkan kemeriahan Jakarta Ramadan Festival sebagai rangkaian acara sepanjang bulan suci hingga perayaan Idulfitri.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa festival ini merupakan potret pesona ibu kota di bulan mulia.
"Jakarta menghadirkan pesonanya melalui Jakarta Ramadan Festival," kata Eli dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).
Acara ini dirancang untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif dengan beragam suguhan budaya hingga hiburan.
"Festival ini menjadi wujud komitmen Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan penuh warna, dengan menghadirkan beragam atraksi budaya, seni, kuliner, hingga hiburan," tutur Eli lagi.
Salah satu daya tarik utama adalah Jakarta Light Festival yang akan menyinari kawasan Bundaran Hotel Indonesia selama 35 hari.
Mulai 19 Februari hingga 24 Maret, pusat kota akan bertransformasi menjadi ruang refleksi cahaya dengan tema Ramadan Kareem.
Selain visual yang memukau, warga juga akan disuguhkan pertunjukan seni bernuansa islami dalam program Harmoni Ramadan.
Setiap sore pukul 16.00 hingga 17.30 WIB, panggung budaya ini akan menampilkan hadroh, marawis, qosidah, hingga nasyid yang apik.
Baca Juga: Daftar Tempat Penukaran Uang Baru di Karawang untuk Lebaran 2026, Ini Jadwalnya
Tak kalah menarik, pusat tekstil terbesar di Indonesia akan menjadi lokasi perhelatan Hijab Fashion Show perdana berbasis Tanah Abang.
Ajang ini menjadi ruang kolaborasi antara desainer nasional dan UMKM lokal untuk memamerkan kekuatan industri tekstil dari hulu ke hilir.
Konsep busana yang ditampilkan menggabungkan unsur modern kontemporer dengan sentuhan budaya lokal melalui batik Betawi dan kebaya encim.
Demi menjaga stabilitas ekonomi warga, pemerintah juga menggelar Pasar Murah dan Bazaar Ramadan di berbagai titik seperti kecamatan dan RPTRA.
Kegiatan ini difokuskan pada penyediaan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, hingga daging untuk membantu keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.
Halaman Balaikota pun akan diramaikan oleh Bazaar Ramadan hasil kolaborasi BUMD dan Dinas PPKUKM yang menjajakan produk kriya hingga kuliner.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!