- Israel dan AS menyerang Iran pada Februari 2026, menggunakan alasan menghentikan ambisi nuklir Teheran secara resmi.
- China mengimpor 89% minyak Iran pada 2023 sebagai strategi geopolitik dan menantang dominasi energi Barat.
- AS dan Israel konsisten menggunakan isu nuklir Iran, mengingatkan pada pola invasi mereka terhadap Irak tahun 2003.
Presiden Donald Trump bahkan bersumpah untuk menghancurkan seluruh infrastruktur nuklir dan angkatan laut Iran jika mereka tidak segera menghentikan programnya, menurut Russia Today.
Meskipun Iran berkali-kali menegaskan bahwa program nuklir mereka murni untuk tujuan damai dan sipil, AS tetap memberikan tenggat waktu yang sangat singkat untuk mencapai kesepakatan baru yang lebih permanen.
Alasannya Mirip Invasi ke Iraq 2003 Silam
Namun, bagi banyak pengamat internasional, narasi yang dibangun AS terhadap Iran saat ini terasa sangat akrab. Banyak yang menilai dalih serangan ke Iran sangat mirip dengan apa yang terjadi saat AS menginvasi Irak pada tahun 2003.
Dikutip dari Al Jazeera, kala itu, dunia diyakinkan bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal (WMD), namun setelah invasi dilakukan dan negara tersebut hancur, bukti keberadaan senjata tersebut tidak pernah ditemukan.
Retorika tentang pembebasan rakyat dari rezim agresif dan serangan presisi untuk melindungi warga sipil yang digunakan sekarang hampir identik dengan kata-kata George W. Bush dua dekade lalu.
Pola sejarah ini menimbulkan kecurigaan besar bahwa isu nuklir hanyalah pintu masuk untuk agenda yang lebih luas di kawasan tersebut.
Berita Terkait
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Membongkar Operasi Informasi dari Gelombang Video Hoaks 'China Bantu Gaza'
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota
-
Polisi Ciduk Pengedar Ganja 6,2 Kilogram di Depok usai Dapat Laporan Warga
-
Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan
-
Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI, Habiburokhman Puji Forum Terbuka yang Digelar Mahasiswa
-
AS Panik Hadapi Aliansi Intelijen Iran, Blokir Paksa Tanker China di Selat Hormuz
-
Prabowo Amankan Pasokan Minyak dan LPG Rusia, Eddy Soeparno: RI Masuk Zona Aman Energi
-
Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin
-
Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan
-
Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel