News / Internasional
Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:46 WIB
Ilustrasi perang - Perang Israel vs Iran. (Gemini)
Baca 10 detik
  • Israel dan AS menyerang Iran pada Februari 2026, menggunakan alasan menghentikan ambisi nuklir Teheran secara resmi.
  • China mengimpor 89% minyak Iran pada 2023 sebagai strategi geopolitik dan menantang dominasi energi Barat.
  • AS dan Israel konsisten menggunakan isu nuklir Iran, mengingatkan pada pola invasi mereka terhadap Irak tahun 2003.

Presiden Donald Trump bahkan bersumpah untuk menghancurkan seluruh infrastruktur nuklir dan angkatan laut Iran jika mereka tidak segera menghentikan programnya, menurut Russia Today.

Meskipun Iran berkali-kali menegaskan bahwa program nuklir mereka murni untuk tujuan damai dan sipil, AS tetap memberikan tenggat waktu yang sangat singkat untuk mencapai kesepakatan baru yang lebih permanen.

Alasannya Mirip Invasi ke Iraq 2003 Silam

Namun, bagi banyak pengamat internasional, narasi yang dibangun AS terhadap Iran saat ini terasa sangat akrab. Banyak yang menilai dalih serangan ke Iran sangat mirip dengan apa yang terjadi saat AS menginvasi Irak pada tahun 2003.

Dikutip dari Al Jazeera, kala itu, dunia diyakinkan bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal (WMD), namun setelah invasi dilakukan dan negara tersebut hancur, bukti keberadaan senjata tersebut tidak pernah ditemukan.

Retorika tentang pembebasan rakyat dari rezim agresif dan serangan presisi untuk melindungi warga sipil yang digunakan sekarang hampir identik dengan kata-kata George W. Bush dua dekade lalu.

Pola sejarah ini menimbulkan kecurigaan besar bahwa isu nuklir hanyalah pintu masuk untuk agenda yang lebih luas di kawasan tersebut.

Load More