- Serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran memicu serangan balasan Iran pada fasilitas militer Israel dan pangkalan AS.
- Presiden Iran menegaskan balasan adalah hak sah; AS memperkirakan konflik militer ini akan berpotensi berlangsung selama sekitar empat minggu.
- Iran mengandalkan program rudal terbesar di Timur Tengah, didukung jaringan "kota rudal" bawah tanah, sebagai fondasi daya tangkal utama.
Satu yang paling diwaspadai adalah rudal Sejjil. Karena menggunakan bahan bakar padat, Sejjil memiliki waktu persiapan peluncuran yang jauh lebih singkat dibandingkan rudal berbahan bakar cair.
Senjata jarak menengah inilah yang secara langsung menempatkan seluruh wilayah Israel, serta pangkalan AS di Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, masuk ke dalam radar mematikan Iran.
3. Rudal Jelajah dan Taktik "Swarm" Drone
Selain rudal balistik yang meluncur vertikal, Iran memiliki amunisi rudal jelajah yang terbang sangat rendah mengikuti kontur bumi. Karakteristik ini membuatnya sangat sulit dilacak oleh radar pertahanan musuh.
Beberapa tipe andalan Iran meliputi Ya-Ali, varian Quds, Hoveyzeh, dan Soumar, di mana Soumar diklaim memiliki daya jelajah hingga 2.500 kilometer.
Ancaman udara ini kian mengerikan saat digabungkan dengan taktik swarm drone. Meski pergerakannya lebih lambat, drone sangat murah untuk diproduksi masal.
Ratusan drone yang dikirim bersamaan dirancang untuk melakukan "saturasi" atau membebani sistem pertahanan udara musuh (seperti Iron Dome Israel atau Patriot AS) hingga kehabisan amunisi penangkis, memaksa bandara dan fasilitas energi lumpuh selama berjam-jam.
4. 'Kota Rudal' Bawah Tanah
Di luar jenis persenjataan, kunci kekuatan Iran adalah kemampuan mereka bertahan dari serangan musuh. Sadar akan superioritas udara Barat, Teheran telah bertahun-tahun membangun "kota rudal", sebuah jaringan terowongan bawah tanah raksasa, bunker penyimpanan, dan silo peluncuran yang tersebar di seluruh negeri.
Baca Juga: 40 Anak Tewas di Minab Akibat Serangan: Cerita Warga Iran saat Serangan
Fasilitas anti bom ini memastikan bahwa meskipun AS dan Israel membombardir daratan Iran, Teheran akan selalu memiliki sisa persenjataan yang utuh untuk meluncurkan serangan balasan gelombang kedua, menjadikan prospek kemenangan instan bagi koalisi AS-Israel sebagai sesuatu yang mustahil. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Ratusan Siswa Tewas, PBB Kutuk Pengeboman Israel yang Mengenai Sekolah di Iran
-
AS Boncos, Rudal Seharga Rp 60 Miliar Dihabisi Drone Murah Milik Iran
-
PSSI-nya Iran: Tak Pantas Kami Berada di Piala Dunia 2026 Usai Kebrutalan AS-Israel
-
20 Rekomendasi Film dan Serial Perang Iran vs AS-Israel, Ada Homeland
-
Staf Trump Sebut Iran Tak Pernah Targetkan AS, Perang Jadi Upaya Pengalihan Isu?
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Tanggapi Kabar Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Dasco Ungkap DPR Sudah Lama Soroti BGN
-
Kantor BGN Digeledah dan Dadan Hindayana Dikabarkan Ditangkap Kejagung, Begini Respons Dasco
-
OTT di Jakarta Barat, KPK Amankan Kepala Imigrasi
-
Nasib Dadan Sepulang Haji: Dicopot dari Kepala BGN, Dijemput Kejagung
-
Copot Pimpinan BGN Dinilai Bukan Solusi, Program MBG Terancam Makin Karam
-
Duel Rekam Jejak Teddy Indra Wijaya vs Dino Patti Djalal, Prajurit Kopassus Lawan Diplomat LSE
-
Penyidik Kejagung Masuk Kantor BGN Sejak Dini Hari, Penggeledahan Masih Berlangsung Tertutup
-
BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar
-
Siapa Lodewyk Pusung? Eks Petinggi BGN yang Diperiksa Kejagung, Ini Profilnya
-
Tak Ada Tuntutan Pecat Bagi 4 Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus