Suara.com - Dunia Hari Ini kembali dengan laporan berita pilihan yang terjadi di berbagai negara dalam 24 jam terakhir.
Laporan utama edisi Rabu, 4 Maret 2026, kami hadirkan dari Australia.
Penampakan bulan berdarah di Australia
Para pengamat bintang berbondong-bondong keluar kemarin malam (03/03) untuk melihat Bulan yang diwarnai dengan rona merah-oranye dalam kesempatan terakhir mereka untuk melihat gerhana bulan total selama hampir tiga tahun.
Perth dan bagian selatan Australia Barat merupakan tempat terbaik di Australia untuk melihat bulan berdarah (blood moon).
Gerhana tersebut berlangsung total selama sekitar satu jam mulai pukul 7 malam di Australia Barat, mengubah Bulan dari warna netral normalnya menjadi merah-oranye yang hangat.
Menurut astrofisikawan Graham Jones, peristiwa ini menandai berakhirnya serangkaian gerhana bulan, dan titik balik menuju lebih banyak gerhana matahari dalam beberapa tahun ke depan.
"
"Kita melihat pola dalam gerhana di mana selama beberapa tahun kita mendapatkan serangkaian gerhana bulan besar yang sangat bagus, dan kemudian keseimbangan bergeser menjadi beberapa tahun gerhana matahari yang sangat bagus," katanya.
'Israel terus membombardir Iran'
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel terus membombardir Iran.
Baca Juga: Investor Indonesia Caplok Lahan di Australia Setara 1,5 Triliun
Ia juga berjanji akan menyerang kelompok militan Lebanon, Hizbullah, dengan kekuatan yang semakin besar seiring dengan berkecamuknya perang di Timur Tengah selama empat hari.
"
"Kami terus menyerang Iran dengan penuh kekuatan. Pilot-pilot kami berada di atas langit Iran dan Teheran, dan juga di atas langit Lebanon," kata Netanyahu.
"Hizbullah melakukan kesalahan besar ketika menyerang kami. Kami telah merespons dengan keras, dan kami akan merespons dengan kekuatan yang lebih besar lagi."
Anak-anak di Afghanistan kekurangan gizi
Ratusan ribu anak kekurangan gizi akut di Afghanistan tahun ini di tengah krisis kelaparan yang diperburuk oleh pemotongan bantuan asing dan kekerasan di perbatasan dengan Pakistan, kata seorang pejabat PBB.
Bantuan internasional ke Afghanistan telah menurun tajam sejak 2021, ketika pasukan pimpinan AS meninggalkan negara itu dan Taliban kembali berkuasa.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
KPK Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Menteri Agama Yaqut Terkait Kasus Korupsi Haji Rp1 Triliun!
-
Ambisi Transisi Energi Bersih Indonesia, Seberapa Siapkah SDM Industri Surya?
-
Perang Iran dengan ASIsrael Memanas, UN Women Ingatkan Risiko pada Perempuan
-
Terbukti Selingkuh, Hakim di Sulteng dan Sabang Dipecat, Ada yang Tega Palsukan Data Istri
-
Baku Tembak di Tembagapura: TNI Lumpuhkan Kelompok Bersenjata, 1 Tewas dan 6 Ditangkap
-
Iwakum: Putusan Bebas Tian Bahtiar Perkuat Perlindungan Pers
-
Polda Riau Ungkap Jaringan Pemburu Gajah Sumatra, DPR: Jangan Beri Ruang Pelaku Kejahatan Lingkungan
-
Pakar UGM: Perang AS-Israel Vs Iran Pertegas Momentum Indonesia Keluar dari Board of Peace
-
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus
-
Siapa Ermanto Usman? Mantan Pegawai JICT yang Tewas Mengenaskan di Bekasi