- Pemerintah Indonesia mengirim surat belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran akibat serangan AS dan Israel.
- Menlu Sugiono menyerahkan langsung surat resmi tersebut kepada Dubes Iran pada Rabu, 4 Februari 2026.
- Indonesia mendesak de-eskalasi konflik serta menekankan pentingnya penghormatan kedaulatan antarnegara.
Suara.com - Pemerintah Indonesia secara resmi menyampaikan surat tanda belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Surat ucapan duka cita itu disampaikan melalui Menteri Luar Negeri Sugiono secara langsung kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, Rabu (4/2/2026)
Sugiono menjelaskan, mengapa ucapan belasungkawa dari pemerintah Indonesia disampaikan melalui surat, tidak melalui media sosial kepada publik secara luas.
"Ya kan kita menyampaikan rasa duka itu bisa lewat apa aja ya. Bisa lewat media apa aja ya. Saya kira ya media surat, surat lebih resmi ya," kata Sugiono usai acara buka puasa bersama Partai Demokrat di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Sugiono menyampaikan sikap Indonesia atas eskalasi konflik Iran dengan AS-Israel.
"Kita menginginkan ada de-eskalasi. Kemudian situasi mereda, ya kan. Dan juga kita sudah sampaikan bahwa... kita menyesali gagalnya perundingan yang kemudian menyebabkan situasi yang terjadi," kata Sugiono.
"Tetapi tetap saja, kita menekankan kembali pentingnya semua negara itu menghormati prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara lain," sambungnya.
Menurutnya eskalasi konflik yang berkepanjangan bisa memberikan dampak paling buruk hingga melibatkan banyak negara. Berdasarkan itu, Indonesia berharap terjdi de-eskalasi konflin antara Iran dengan AS-Israel.
"Risiko paling buruk adalah terjadinya eskalasi yang lebih besar yang melibatkan lebih banyak negara gitu. Itu risikonya," kata Sugiono.
Baca Juga: Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran
Berita Terkait
-
Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran
-
Kenapa Komentar Reza Rahadian Ini Dianggap Pro Israel?
-
Striker Brasil Richarlison Ogah Main di Piala Dunia 2026 karena Perang AS-Iran, Begini Faktanya
-
40 Hari yang Menentukan: Mengapa Masa Berkabung Iran Lebih dari Sekadar Ritual Duka?
-
Turkiye Tangkis Rudal Iran, Kirim Peringatan ke Teheran
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan